HASIL SIDANG KOMISI C [REKOMENDASI DAN PENJARINGAN BAKAL CALON KETUA UMUM DAN SEKRETARIS JENDERAL]

scan0001

Jogjakarta, 13 Agustus 2009.  Salah satu agenda sidang komisi yang dilaksanakan dalam MUBES III Sekar Perhutani ini adalah menyusun rekomendasi dan penjaringan bakal calon ketua umum dan sekretaris jenderal.  Agenda tersebut di bahas oleh komisi C yang diketuai oleh Sdr. Amas Wijaya dan sekretaris Ibu. Kuntum Suryandari.

Beberapa rekomendasi yang dihasilkan dalam sidang komisi C tersebut adalah sebagai berikut :

  • Merekomendasikan kepada sidang pleno MUBES untuk melakukan pemilihan pasangan bakal calon ketua umum-Sekjen sebanyak 7 pasangan, setelah melalui berbagai usulan yang semula diperoleh 15 pasangan bakal calon.  Pasangan bakal calon ketua umum-sekjen yang direkomendasikan untuk dilakukan pemilihan dalam sidang pleno antara lain ;
  1. Heru Noewid – Yuri Yuriana
  2. Heru Noewid – Andi Adrian
  3. Heru Noewid – Anggar W
  4. Isnin Soiban – Andi Adrian
  5. Andi Adrian – Yuri Yuriana
  6. Yuri Yuriana – Andi Adrian
  7. Ahmad Taufik – Andi Adrian
  • Kelengkapan pengurus DPP Serikat Karyawan Perum Perhutani masa bakti 2009 – 2011 akan ditentukan setelah ketua umum dan sekjen terpilih.
  • Ketua umum dan sekjen DPP Sekar Perhutani terpilih harus disahkan dengan surat keputusan (SK) dan dikukuhkan oleh pimpinan sidang IV.
  • Ketua umum dan Sekjen DPP Sekar Perhutani terpilih harus membentuk kepengurusan yang efektif dan akomodatif tercermin dan masing-masing bidang diurus oleh orang yang memiliki kapabilitas sebagai pengurus paling lambat 15 (lima belas) hari selanjutnya harus sudah diumumkan ke segenap anggota melalui DPW paling lambat 20 (dua puluh) hari setelah MUBES.
  • Pengurus DPP Sekar Perhutani terpilih harus mampu mengawal dan melaksanakan program kerja dan rekomendasi yang ditetapkan oleh Komisi B dan komisi C, khususnya hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan karyawan dan keberlangsungan perusahaan.
  • Pengurus DPP Sekar Perhutani terpilih harus membawa organisasi yang independent, solid dan tidak mudah termakan isue serta bebas dari kepentingan kelompok tertentu.
  • Pengurus DPP Sekar terpilih harus melakukan hubungan industrial dengan manajemen berdasarkan keseimbangan.
  • Melaksanakan inventarisasi anggota dengan berbagai status serta menertibkan iuran anggota.
  • Membuat KTA bagi anggota baru serta anggota yang belum mempunyai KTA.
  • Bergabung dalam federasidan atau konfederasi untuk meningkatkan kemampuan organisasi.
  • Menegaskan pembentukan LKS Bipartit di semua level organisasi.
  • Peningkatan kualitas pengurus dalam berorganisasi dan menyusun kode etik organisasi.
  • Mengembangkan dialog dengan organisasi lain, baik di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan.
  • Ikut menertibkan organisasi karyawan lainnya yang berada di dalam perusahaan yang rekruitmen anggotanya tidak melalui mekanisme organisasi.
  • Penggalian dan untuk organisasi yang sifatnya tidak mengikat serta dapat dipertanggungjawabkan.
  • Pembenahan sekretariat organisasi dan admnistrasi serta kelengkapan lainnya.
  • Menegaskan kepada manajemen tingkat unit dan sekar masing-masing DPW untuk segera membentuk LKS Bipartit dalam waktu paling lambat 1 (satu) bulan setelah terplihnya pengurus DPP yang baru.
  • Pengawalan terhadap fefektifitas dan implementasi PKB serta sistem manajemen kinerja berbasis kompetensi (ICBHRM).
  • Meningkatkan komunikasi dengan DPW-DPW secara periodik.
  • Meminta ketegasan manajemen untuk mensikapi adanya serikat pekerja lain dimana dalam satu perusahaan adanya serikat pekerja lebih dari satu pada dasarnya tidak bertentangan dengan UU No. 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja, asalkan dibentuk / rekruitmennya atas dasar keinginan karyawan dan bukan paksaan apalagi dilakukan oleh manajemen.
  • Sekar sebagai organisasi independen harus menjaga netralitas dan menjauhkan diri dari pemihakan kepada kepentingan golongan atau kelompok.
  • Berkaitan dengan Upah Minimal Perusahaan dan kesejahteraan karyawan sejalan dengan inflasi sehingga kebutuhan hidup layak (KHL) meningkat, maka sekar meminta manajemen untuk melakukan penyesuaian terhadap hal tersebut, tidak hanya pada pejabat tertentu.
  • Mendesak kepada manajemen dalam penempatan SDM agar mempertimbangkan profesionalisme dan kompetensi,
  • Mendesak kepada manajemen agar peningkatan status karyawan dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun dengan aturan yang dapat dipertanggungjawabkan.
  • Dalam peningkatan kualitas SDM, sekar mendesak agar pihak manajemen lebih akomodatif dan memberikan kemudahan bagi karyawan untuk mengikuti pendidikan formal (kejar paket  maupun kuliah sarjana dll) sesuai prosedur yang berlaku.

Demikian beberapa hasil rapat sidang komisi C yang disampaikan pada sidang pleno IV MUBES III Sekar Perhutani di Jogjakarta. (dietweha)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: