SEKAR HARUS IKUT MEMIKIRKAN PERUSAHAAN

[Wawancara Khusus dengan Sekretaris Kementrian Negara BUMN Dr Said Didu]

T: Apakah ada arahan makro Kementrian Negara BUMN kepada BUMN terkait dampak krisis finansial global?

J : Saya sudah mengamati seluruh BUMN, krisis finansial tidak terlalu signifikan karena BUMN saat ini sudah sangat sehat. Cash Flownya sangat bagus, tidak ada yang perlu dikhawatirkan bahkan dari strategi apapun.Yang perlu diperhatikan adalah struktur cost di perusahaan masing-masing. Di bidang Kehutanan akan lebih bagus karena orang akan mengurangi belanja mereka dan mencari barang yang tidak terlalu mahal tapi itu valuenya tinggi, termasuk produk – produk tradisional dari kayu. Kalau orang mengatakan ekspor produk produk kayu menurun, saya berpikiran tidak. Kalau ada goncangan sebentar adalah wajar , karena orang akan menata. Saya malah harapkan semua untuk meningkatkan investasi.

T : Peran Sekar ke depan seperti apa yang dibutuhkan perusahaan dan karyawan?

J: Intervensi – intervensi dari luar atau ide ide yang ditumpahkan kepada sekar harus disaring. Sekar ikut memikirkan perusahaan, karena ini (perusahaan) sudah milik kita bersama. Apabila ada yang mengganggu perusahaan baik dari luar maupun dari dalam, sekar harus menghadapi karena itulah tempat hidup kita. Kadang kadang kepentingan orang per orang ditumpangkan kepada sekar, kadang-kadang sekar tidak sadar dan mengopinikan,padahal tidak seperti itu. Pimpinan harus bermitra dengan sekar, sekar wajib memberikan masukan bahwa pimpinan harus begini – harus begitu, dsb. Sekarang arahnya sudah bagus, bahwa sekar sudah sadar jika ditumpangi kepentingan orang lain yang mengganggu operasional perusahaan pasti dikesampingkan. Anda tahu bahwa Perhutani beberapa tahun tidak stabil, kalau perusahaan tidak stabil beberapa orang akan mengambil kesempatan dan yang lebih penting perusahaan harus dijaga stabilitas perusahannya. Sekarang ini perusahan sedang stabil dan pemerintahan lagi dalam kondisi bagus betul. Direksi dievaluasi setiap tahun dan KPI orang per orang di evaluasi dan kalau jelek kita evaluasi lagi. Dan saya menghimbau kepada sekar jangan menyangsikan persoalan GCG lagi , karena akan semakin baik pelaksanaannya ,nggak ada yang berani main main dan diawasi secara ketat.

T : Selaku aktifis apa yang bapak bisa sampaikan kepada serikat karyawan ? Baik langkah maupun cara berpikirnya?

J : Dalam berorganisasi dan pengambilan keputusan selalu dilandasi berbagai variable dan pemikiran untuk mengambil keputusan terbaik. Seorang aktifis yang baik, variabel keputusannya lebih lengkap dan selalu dipertimbangkan dampak internal dan ekternalnya. Kemudian yang kedua seorang aktifis akan semakin mudah berkoordinasi dengan siapapun dan biasa berhasil dalam pendekatan informal seperti dengan Bupati maupun Gubernur, sementra seorang yang bukan aktifis (murni) tidak seperti itu. Seorang aktifis nomor hand phone siapapun pasti punya dan akan mudah berkomunikasi, sebelum mengambil keputusan bisa mengajak ngobrol santai sambil ngopi untuk membahas permasalahan sehingga dalam pengambilan keputusan dan solusi akan tepat sasaran. Tetapi harus diingat bahwa berorganisasi atau aktifitas Sekar adalah tempat pengabdian . Jangan seorang aktifis mengharap atau mendapat pamrih , tetapi sebagai tempat pengabdian dan seorang aktifis harus memperluas jaringan dimana mana.

T : Menurut bapak , kondisi perusahaan sudah stabil . Apakah pimpinan Perum Perhutani dengan Plt Dirut juga dirasa sudah cukup stabil ?

J : Kami sedang menata semua dan melihat struktur apakah sudah pas apa belum. Perhutani dengan struktur lamanya lebih diarahkan kegiatan menjaga hutan dan pada saat ini mengarahkan ke bisnis berbasis hutan. Kita lihat sekarang Perhutani harus bisa dekat dengan Pemerintah Daerah (Pemda) tetapi harus agak bebas dari intervensi dalam pengelolaannya. Jadi sekarang sedang ditata bagaimana bentuk organisasi yang tepat . Perhutani menjaga hutan tetapi harus mengembangkan bisnis berbasis hutan dan bisnis berbasis hutan di Pulau Jawa sangat menguntungkan.

T : Hanya saja perubahan paradigma itu belum banyak diterima ?

J : Menurut saya yang harus di geser adalah paradigma Perhutani. Paradigma Perhutani yang dulu menjaga hutan berubah menjadi pebisnis berbasis hutan, sehingga sekarang dari kementrian BUMN sudah tidak mengambil Deviden dari Perhutani. Itu semua harus dikembalikan untuk berbisnis.

T : Pesan khusus kepada Sekar Perhutani yang sedang merayakan hari ulang tahunnya yang ke 4?

J : Jagalah stabilitas tempat kita mencari nafkah dan tempat kita mencari hidup dan siapa pun yang ingin mengganggu stabilitas perusahaan, wajib kita hadapi. Yang memajukan operasional perusahaan wajib kita bela. (Harry, Humas DPW Janten)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: