RIMBAWAN KURANG BISA MENJAGA AMANAH BANGSA

[Wawancara Imajiner dengan Dr. Soedjarwo (Alm), Mantan Menteri Kehutanan RI]

Oleh : Sangudi Muhamad (Anggota MPO Sekar)

Bp Dr. Soedjarwo adalah rimbawan senior yang penuh dedikasi dan pengabdian kepada hutan dan kehutanan Indonesia. Dalam karirnya beliau pernah menjabat sebagai Administratur/KKPH Banyumas Barat, kemudian menjadi Dirjen Kehutanan mulai tahun 1974 dan terakhir sebagai Menteri Kehutanan Republik Indonesia tahun 1983-1987.

Bagaimana pandangan beliau tentang Perhutani masa lalu dan masa kini, tentang pengelolaan SDH, tentang Serikat Karyawan, dan tentang Logo dan hari lahir Perhutani, berikut wawancaranya.

(Sangudi Muhamad sebagai responden kami beri initial A dan Bp. Dr. Soedjarwo dengan initial B) :

TENTANG PERHUTANI

A. Selamat malam Bapak, apa kabar Pak ?

B. Selamat malam, Alhamdulillah kabar kami baik.

A. Melihat perkembangan Perhutani saat ini, bagaimana menurut pandangan Bapak?

B. Saya sangat prihatin dan kecewa kepada generasi penerus Rimbawan yang kurang bisa menjaga amanah bangsa ini.

A. Maksud Bapak dengan ”Amanah bangsa” ini apa Pak? Bukankah Perhutani hanya ada di Pulau Jawa?

B.        Oh, adik jangan salah. Pada awalnya Perhutani adalah sebuah Perusahaan Negara yang mengelola hutan Pulau Jawa dan hutan Luar Jawa.

A. Maaf pak, tapi realitanya kan Perhutani saat ini hanya mengelola hutan Pulau jawa?

B.Itulah letak masalah kekecewaan kami para rimbawan senior. Lho Wong hanya mengelola hutan Pulau Jawa tok koq ya amburadul toh Le……

A. Maaf pak, Bukanlah para rimbawan senior juga punya andil dalam keterpurukan Perhutani ini?.

B. Saya kira ndak lah yao, wong kami menerima estafeta hutan Pulau Jawa ini yo dalam keadaan amburadul toh…Lha itu akibat Exploitasi besar-besaran oleh penjajah Jepang dan pembantaian hutan oleh orang-orang tak bertanggung jawab pasca peristiwa G-30 S PKI. Nyataya….. hutan Pulau jawa bisa kami bangun dengan baik tuh…..

A. Kalau begitu ?

B. Ya itu, saya koq sekali lagi agak prihatin ”ternyata Rimbawan generasi sekarang tidak lebih hebat dari generasi kami”.

TENTANG PENGELOLAAN SUMBERDAYA HUTAN

A. Sebagaimana yang Bpk katakan, para Rimbawan generasi Bpk menerima estafeta hutan dalam kondisi rusak parah khususnya di P Jawa. Apa yang para Rimbawan senior lakukan saat menerima hutan yang sudah amburadul tersebut?

B. Ada beberapa langkah yang kami lakukan, antara lain :

1. Melakukan penataan ulang potensi hutan khususnya di Pulau Jawa dan menetapkan kluster Jenis kelas perusahaan (KP).

2. Melakukan penanamana hutan yang kosong dan kritis dengan pola tanam sesuai hasil penelitian Belanda yang dilakukan lebih dari 100 tahun(utamanya penelitian tentang Spacing tanaman Jati dan Mahoni).

3. Membuat konsep prosperity approah sebagai wujud kepedulian kami kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui proyek Malang – Magelang (Ma – Ma).

4. Membuat aturan – aturan khusus yang diusulkan kepada pemerintah tentang Tata Usaha Hasil Hutan dan peredarannya di pulau Jawa&Madura, dan lain sebagainya.

TENTANG SERIKAT KARYAWAN (SEKAR)

A. Maaf Pak, meskipun Bpk dengan kami berada pada zaman yang berbeda, Adakah Bapak tahu tentang Sekar Perhutani?

B. Maksud saudara serikat buruh Perhutani?

A. Ya Serikat karyawan Perhutani adalah nama lain dari Serikat Buruh yang sama – sama mengacu pada UU No. 21/2000, bagaimana menurut Bapak tentang keberadaan Sekar ini?

B. Oh itu ndak ada di zaman saya, tapi saya kira ini perkembangan yang cukup baik dan positif dengan catatan ada balancing dalam platform perjuangannya.

A. Bisa dijelaskan lebih jelas Pak?

B. Ya… dengan posisi Perhutani yang sulit saat ini maka platform mereka harus memprioritaskan eksistensi dan kejayaan Perhutani dulu baru menuntut untuk karyawan sejahtera.

A. Tapi Pak, kenapa tidak kesejahteraan karyawan dulu yang diutamakan? Bukankah tanpa semangat dan motivasi tinggi dari para karyawannya, perusahaan juga tidak akan mampu?

B. Itu telat mas…… nek tuntutannya seperti itu mestinya sampeyan mendirikan Sekar pada tahun 1995-an saat Perhutani mendapat booming harga kayu hingga tahun 1998 itu! Sekarang?…realitanya sampeyan bisa bertahan aja sudah bagus toh?!

A. Bagaimana konsep Bapak agar Sekar bisa menjadi berdaya guna?

B. Nasehat saya adalah jadilah Sekar yang profesional dan Independen dengan tekad bersama dari seluruh anggotanya untuk:

ü Membangun Kinerja terbaik bagi perusahaan

ü Tidak menjadikan sekar sebagai pemutihan dari kinerja yang jelek.

ü Tidak menjadikan sekar sebagai kuda tunggangan

ü Tidak melakukan intervensi terhadap manajemen.

A.Oke Pak akan kami sampaikan nasehat Bapak kepada saudara-saudara kami di Sekar Perhutani. Oh ya Pak maaf, bagaimana menurut Bapak jika di Perhutani terbentuk Serikat Buruh lain selain SEKAR?

B.Menurut Undang-Undang sih memang tidak masalah. Tetapi jika dalam SATU PERUSAHAAN ada 2 Serikat Buruh, maka ITU WARNING yang jika manajemen tidak hati-hati dan tidak tegas mensikapi hal ini, feeling saya koq…..ya NDAK ENAK RASANYA saja, gitu lho……..

TENTANG LOGO & HARI JADI PERHUTANI

A.Apakah Bapak tahu tentang perubahan logo Perhutani yang Bapak lihat saat ini?

B.Yo saya tahu toh dik, lha wong Logo bagus-bagus koq ya diganti dengan Logo yang melambangkan Hutan Perhutani tinggal separo dan separonya lagi dicangking masyarakat itu……

A.Maksud Bapak ?

B.Ya iya itu, dulu kan Logo Perhutani sangat sederhana dan mudah diingat oleh siapapun, lha wong hanya huruf PHT, lho Logo sekarang? Ketoke koq ruwet, njlimet, dan embuh ….opo maneh.

A.Saran Bapak tentang Logo ini?

B.Ya diganti saja toh dik, gitu aja koq repot! Jangan lupa lho….. logo melambangkan masa depan dan menggarisbawahi Visi-Misi. Kalau Pertamina saja ngotot merubah logonya yang kuda nil…. eh kuda laut menjadi hanya P dengan 3 warna, kenapa Perhutani tidak berani?

A.Ada lagi saran Bapak?

B.Oh ya… dulu kami para sesepuh belum sempat menetapkan sesuatu yang sangat urgen dan monumental, dengan harapan para generasi peneruslah yang akan mengkreasikan dan membuatnya. Nyatanya belum juga!

A.Apa itu Pak?

B.Ada 2 hal, yaitu :

1. Penetapan HARI JADI PERHUTANI dan

2. Penetapan WARNA KHAS PERHUTANI.

vCoba adik INGAT2, sudah berapa kali memperingati hari jadi Perhutani selama kerja di Perhutani? Belum pernah toh…

vkita juga tidak punya warna khas Perhutani. Coba kita amati, misalnya: jika orang melihat kapal layar warna biru dg tulisan 1946 orang pasti teringat Bank BNI, Jika orang melihat warna Biru tua tulisan Mandiri dengan pita kuning Emas di ujung kanan atasnya maka orang akan teringat Bank MANDIRI, jika orang melihat gb burung merpati dalam warna orange maka orang akan teringat KANTOR POS.

vLho Perhutani, WARNA mana yang dipakai? Warna kantor antar KPH saja sudah tidak sama.

A.Terakhir Pak, tentang kebanggaan sebutan Adm Perhutani. Ada yang bilang wibawa dan pengaruh Adm jaman Bapak luar biasa bahkan hampir – hampir menyamai bahkan melebihi wibawa Bupati?

B.Wah wah… iya itu, waktu itu kewenangan Adm luar biasa karena diberi otonomi yang besar dari Direksi.

A.Bagaimana Bapak memandang sosok Adm saat ini?

B.Maaf ya dik ya, sebenarnya ini rahasia lho!!! Adm saat ini kasihan..deh eLu, ibarat dalam pewayangan itu ARJUNA ILANG GAPITE! Kenapa? Coba saja lihat sosoknya: lesu darah – tidak PeDe – dan kurang wibawa.

A.Menurut Bapak, kira – kira apa yang menjadi penyebab itu semua?


B.Banyak hal yang menyebabkan hal tersebut, antara lain :

1. Orientasi Adm generasi sekarang (maaf lho ya..) bukan pada hasil kerja pembangunan hutan dan kehutanan, tapi sudah relatif materialistis dan konsumtif.

2. Otonomi ADM diprotoli satu per satu sampai hampir habis tak bersisa.

3. Kompetensi ADM sekarang (maaf lagi lho ya…) memang jauh dari standar yang diharapkan sehingga memang kurang berwibawa dari sononya….

4. dan masih beberapa lagi yang monggo ..dicari sebagai pembekalan!

A.Kesimpulan dari itu semua Pak?

B.Yang pokok dari itu semua, kuncinya ada pada pimpinan Perhutani sendiri, jika mereka tidak faham Perhutani, yo tinggal tunggu saja kehancurannya.

A.Kok Bapak do’akan begitu Pak?

B.Itu bukan do’a dik, tapi pa-weling saya kepada para rimbawan generasi masa kini dan kepada para pengelola Perhutani.

A.Oke Pak, terima kasih atas kesediaan Bapak dalam menerima wawancara imajiner ini, semoga ada manfaatnya dan arwah Bapak diberkati dengan ketenangan di sisi Tuhan YME, amien.

Purwokerto, 22 Januari 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: