PERJUANGAN BUTUH KETABAHAN DAN KERJA KERAS

[Wawancara dengan tokoh dan mantan Ketum Serumpun Satu, Sangudi Muhammad]

BERIKUT ini hasil wawancara Pemred Majalah MAHONI dengan Sdr Sangudi Muhamad, tokoh SERikat karyawan perUM PerhUtaNi unit SATU Jawa Tengah (SERUMPUN SATU) dan sekaligus mantan ketumnya yang dilaksanakan pada 17 Januari 2009 di sela-sela kesibukan Pak Sangudi memimpin KPH Banyumas Barat. Pemred dengan inisial SBW dan narasumber dengan inisial SGD. Berikut petikan wawancaranya :

SBW : Apa yang menjadi latar belakang berdirinya SERUMPUN SATU di Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah?

SGD : SERUMPUN SATU didirikan Juli 2003, dibentuk berasal dari kepedulian para senior Unit I Jawa Tengah yang peduli akan nasib Perhutani saat itu. Setelah mengalami beberapa modifikasi nama Wadahnya dari Forum Silaturahmi dan Forum Komunikasi, akhirnya sepakat untuk melaunching nama wadah menjadi SERUMPUN SATU singkatan dari SERikat karyawan perUM PerhUtaNi unit SATU Jawa Tengah. Tokoh tokoh yang aktif saat itu ada cukup banyak, diantaranya ada 3 orang yang sudah pensiun, yaitu Bpk Kasuyanto, Bpk Sugito, dan Bpk Sudaryo. Tujuan utamanya adalah (akhirnya menjadi Visi Serumpun Satu) ”Membangun Kebersamaan untuk Menjadikan Perhutani Jaya dan Karyawan Sejahtera”.

SBW : Bagaimana efektifitas keberadaan Sekar untuk kepentingan perusahaan dan karyawan?

SGD : Kalau kita menilai dengan nurani yang baik, maka keberadaan Sekar Perhutani (yang merupakan Fusi dari Sekar Janten unit3, Sekar Jati unit2 dan Serumpun Satu unit1) cukup signifikan memberi kontribusi kepada Perum Perhutani & karyawan. Untuk Perusahaan, eksistensi Perhutani yang kita saksikan saat ini adalah karena (salah satunya) ngototnya Sekar berhadapan dg pihak Eksternal yang menginginkan Perhutani dibubarkan sejak era reformasi 1998. Sedangkan bagi karyawan, sudah banyak kebijakan yang dikeluarkan dari konsolidasi pengurus Sekar dengan pihak manajemen, dari mulai kesejahteraan karyawan (kenaikan gaji, kenaikan tunjangan, kelayakan uang pesangon, seringnya mendapat bonus, dll) sampai dengan transparansi kenaikan status dan mekanisme pengangkatan jabatan.

SBW : Bagaimana penilaian Bapak terhadap realita perjuangan Sekar dari masa ke masa, sejak berdiri hingga kini di tengah pergulatan dan dinamika tentang makna komitmen dan kebersamaan yang semakin sulit diimplementasikan?

SGD : Ndak usah risau mas…perjuangan memang membutuhkan ketabahan & kerja keras. Tentang komitmen kebersamaan, juga pasti akan mengalami pasang surut. Dinamika ini akan selalu ada di manapun dan kapanpun. Tapi yakinlah jika kita tetap konsisten sambil tetap memohon Ridho-Nya dalam setiap langkah kita, Insya Allah cita-cita membangun kebersamaan untuk kejayaan Perhutani dan karyawan sejahtera bisa direalisasikan.

SBW : Bagaimana pendapat Bapak tentang persepsi umum bahwa ”Sekar indetik dengan demonstrasi” , serta menyikapi masih munculnya pro – kontra sikap Sekar terhadap beberapa kebijakan Direksi yang direspon negatif oleh karyawan dan atau mempertanyakan Independensi Perjuangan Sekar?

SGD : Dalam era demokrasi, dinamika seperti ini adalah biasa… tetapi meski demikian, Sekar harus cerdas & segera mengubah mind-set nya bahwa Sekar tidak identik dengan Demo. Para pengurus Sekar harus mampu meyakinkan para anggotanya bhw Demo memang sah dan bisa dilakukan, namun DEMO HARUS MENJADI ALTERNATIF JALAN TERAKHIR jika semua cara untuk menyampaikan aspirasi tidak mencapai sasaran sesuai PKB yang telah di-TTD bersama antara pihak Sekar dengan pihak Manajemen. Berangkat dari PKB inilah Indepensi Sekar jelas sedang di-uji, jika lolos ujian ini maka Insya Allah pro-kontra akan sirna dengan sendirinya.

SBW : Tentang implementasi PKB, apa yang harus dilakukan oleh Sekar sebagai mitra manajemen agar eksekusi terhadap isi PKB bisa dilaksanakan secara konsekuen dan konsisten?

SGD : Maaf mas, sampai dengan saat ini saya belum tahu apakah Sekar sudah membuat Lembaga Bipartit dengan Manajemen Perum Perhutani atau belum? Menurut saya dalam Lembaga Bipartit inilah Sekar bisa mengawal isi PKB bisa dijalankan dengan konsekuen – konsisten atau tidak oleh manajemen.

SBW : Bagaimana menurut Bapak KIPRAH Sekar ke depan yang diharapkan bisa searah dengan garis perjuangan untuk menjaga eksistensi perusahaan dan memperjuangkan peningkatan kesejahteraan karyawan ?

SGD : SEKAR ke depan haruslah lebih lincah & cerdas dalam berkiprah dengan aktifitas yang mesti dilakukan aantara lain :

  1. Lakukan kaderisasi secara bertahap & berjenjang untuk membentuk militansi para anggota agar garis perjuangan tetap berada dalam koridor track yang digariskan.
  2. Lakukan koordinasi dan konsolidasi dengan pengurus Serikat Karyawan atau Serikat Buruh dari BUMN lainnya untuk membentuk Link perjuangan sekaligus mempertahankan eksistensi perusahaan.
  3. Lakukan pelatihan Ketrampilan Ilmu Manajemen agar kempetensi anggota Sekar akan meningkat signifikan dari waktu ke waktu, bisa menjadi kader perusahaan pilihan.
  4. Tempatkan orang2 yang kompeten duduk dalam Lembaga Bipartit agar suara karyawan dapat didengar manajemen utamanya dalam mengawal isi PKB.

SBW : Terakhir pak, apa saran & pesan Bapak untuk Sekar?.

SGD : Jadilah Sekar yang Profesional dan Independen. Jalankan roda Sekar dengan hati yang tulus ikhlas, dengan jiwa kerja keras & cerdas serta dengan niat disiplin & bertanggung jawab. Sapalah saudara-saudara yang berseberangan pendapat dengan kita. Katakan kepadanya bahwa TIDAK ADA YANG LEBIH INDAH KECUALI MEMBANGUN KEBERSAMAAN UNTUK SALING BANTU. Tidak akan ada sesuatu yang bias kita bangun kalau kita masih terus saling curiga dan saling menghancurkan. Mari kita TINGGALKAN ZAMAN JAHILIYAH, dan Mari kita TATAP MASA DEPAN GEMILANG dalam membangun kebersamaan untuk PERHUTANI JAYA – KARYAWAN SEJAHTERA. Salam dari kami di ujung selatan perbatasan Jateng-Jabar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: