LATAR BELAKANG SEKAR DAN KIPRAH NYATA BAGI PERUSAHAAN DAN KARYAWAN SERTA HARAPAN KE DEPAN

Oleh M Marinus Ezerman (Adm/KKPH Kediri)

Kita melihat bahwa kondisi Hutan kita saat itu menurun dengan drastis kemudian terjadi ketimpangan ketimpangan di dalam perusahaan terutama dalam penunjukan penunjukan SDM oleh Manejemen waktu itu. Ini merupakan dari akibat terjadinya pergolakan antara kelompok Hijau dan Merah putih. Sebagai dampak itu kemudian terjadi ketidak sehatan di dalam pengelolaan Perhutani, timbul kekawatiran terutama dari kalangan Generasi muda Perum Perhutani akan Eksistensi Perusahaan (itu yang internal) , kemudian yang dari External terjadinya Bencana Alam dimana mana , misalnya saja yang menonjol pada waktu itu terjadinya banjir bandang di Pacet Mojokerto. Banyak kalangan eksternal yang menyoroti serta bermaksud untuk dilakukan pembubaran Perhutani. Kemudian sebagai dampak dari banjir itu dicetuskanlah Memoratorium Logging di Jawa Timur. Dari kondisi-kondisi seperti itu kemudian berkumpullah beberapa kalangan Muda dan yang berpikiran MUDA demi EKSISTENSI PERUSAHAAN, (kalau kebetulan Marinus ikut disana itu, karena Marinus yang berjiwa muda aja). Kemudian melalui diskusi-diskusi panjang, (Walaupun itu yang berbeda pendapat itu kemudian kita lakukan penggalangan penggalangan dalam arti bentuk apa yang pas untuk kita lakukan), kita tidak ingin pergerakan kita itu menyimpang dari peraturan ketentuan hukum yang ada. Kemudian berdasarkan Undang undang yang ada baik Undang undang ketenaga kerjaan , serikat pekerja dst, kita ingin mendeklarasikan berdirinya Sekar Jati , (Serikat Karyawan Jawa Timur). Selanjutnya kita galang dan deklarasikan berdirinya SEKAR JATI pada tanggal 21 April 2002 bertempat di Singosari – Malang. Memang untuk menuju ke kondisi seperti itu (berdirinya Sekar Jati) banyak sekali hambatan-hambantan.

Hambatan yang pertama adanya kekawatiran dari pihak management, akan terjadinya perpecahan di tubuh karyawan, kemudian juga berkaitan dengan kenyamanan kenyamanan dari Pimpinan yang tidak ingin terusik dengan adanya berdirinya Serikat Karyawan. Kemudian hambatan bagi kita adalah bondo nekat (tidak ada dana, jangankan dana dari unsur management), yang ada hanyalah intimidasi terselubung, tentunya mereka tidak berani terang- terangan (kalau berani terang-terangan tentunya akan kita laporkan sesuai dengan ketentuan hokum perundangan yang berlaku). Kemudian untuk mengatasi kesulitan keuangan di dalam pergerakan kita untuk pertemuan, untuk kegiatan-kegiatan yang ada kita mengumpulkan uang dari masing masing orang yang ingin bergerak disitu (Istilahnya dana BANTINGAN). Jadi waktu itu, kita bergerak itu berdasarkan dana bantingan.

Kemudian yang ketiga, juga sebagai sebab mengapa kita ingin melakukan perubahan di dalam Perum Perhutani, yaitu tingkat kesejahteraan karyawan terutama untuk karyawan golongan bawah/rendah itu sangat minim sekali. Lebih dari 5 tahun tidak terjadi kenaikan gaji , padahal di instansi lain kenaikan gaji itu setiap tahun ada. Kemudian pakaian seragam kerja lama tidak pernah ada, juga rumah rumah dinas, fasilitas kerja yang kurang mendapat perhatian dari manegement. (Management hanya memikirkan nilai laporan laba kapada Menteri BUMN tanpa memikirkan kesejahteraan karyawan).

Dan juga merosotnya kondisi Sumber Daya Hutan kita. Untuk itulah kita dalam mewujudkan tujuan secara pokok itu mempertahankan Exsistensi Perusahaan. Dan adanya peningkatan kesejahteraaan karyawan.

Itu sebenarnya yang menjadi latar belakang kemudian kegiatan kegiatan itu mengkristal mendapatkan sambutan dari banyak pihak terutama bagaimana kita mengawal tidak sampai terjadinya moratorium logging di Perhutani khususnya di Jawa Timur. Kemudian karena memang adanya semangat yang cukup mengembirakan kemudian bersatulah SEKAR JATI (di Jawa Timur), di Jawa Tengah ada SERUMPUN SATU , di Jabar ada SEKAR JANTEN, itu merupakan satu kekuatan bersama demi eksistensi Perusahaan.

Melalui kekuatan kebersamaan itu, kemudian melakukan gerakan gerakan komunikasi dengan pihak management yang ada (kita mengkritisi kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai ketentuan yang ada yang menurut pikiran pikiran kita dapat menbahayan kelanjutan perusahaan) . Beberapa kali kita mengadakan Audiensi dengan management, (kita dipandang sebelah mata oleh pihak management) kemudian protes protes dilanjutkan melalui Demontrasi. Sebenarnya untuk melakukan demontrasi itu pekerjaan yang sangat berat (karena memerlukan biaya, memerlukan pengerahan masa, dan juga untuk menjaga resiko tidak terjadinya tindakan tindakan anarkhis dan sebagainya). Itu sebenarnya langkah yang sangat perlu dipertimbangkan. Jadi kegiatan Demontrasi merupakan upaya terakhir kalau upaya konsultasi dan upaya pengkritisan itu tidak terwujud/tidak diperhatikan oleh management.

Jadi bukti diterimanya Sekar di lingkungan karyawan tentunya, bukti Respon yang kita terima dari kalangan bawah yaitu positif, (mereka tanpa merima upah , tanpa menerima Fee meraka ikut di dalam pergerakan pergerakan kita , mereka menyakini bahwa apa yang kita lakukan adalah untuk kepentingan perusahaan bukan perorangan).

Pergerakan itu menjadi mengkristal sekali karena sudah menyangkut kepentingan Perhutani secara keseluruhan (terjadi demo demo di lingkungan Jawa Timur , di kantor Unit , kemudian IPKJ , pemprotesan kehadiran Butar Butar dan Sdr Asrip misalnya itu karena melihat kondisi kondisi yang tidak sehat di dalam perusahaan). Kemudian dengan berkembangnya terjadinya pergantian Direksi itu membawa angin baru kepada kelangsungan perusahaaan. Tahap demi tahap perusahaan terjadi kemajuan, terjadi perubahan. adanya perubahan status, perubahan struktur gaji, peningkatan jaminan kesejahteraan terutama untuk kalangan bawah itu sangat tampak, kemudian terjadinya fasilitas fasilitas kerja ( Pakaian seragam dan juga kondisi kondisi penunjukan pejabat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ini tentunya setiap ada tindakan pastinya ada yang senang dan ada yang tidak senang (yang senang yang mendapatkan perbaikan untuk itu, yang tidak senang karena terganggu Exsistensinya…… itu terjadi Pro dan Kontra itu sudah biasa).

Yang paling menonjol untuk Jatim atas kejadian banjir di Pacet itu Sekar menerbitkan Buku menerbitkan buku melalui litbangnya sebenarnya apa yang terjadi, mengapa sampai terjadi Banjir Bandang itu di dalam bentuk kajian disampaikan dengan secara lugas. Sehingga dapat diterima oleh banyak kalangan. Sampai ketingkat pusat ke Menteri Lingkungan Hidup dan sebagainya. Sehingga makin lama makin kecil hujatan kepada Perhutani . Sebagai akibat terjadinya banjir bandang tersebut . Kemudian yang ke 2 tidak jadi ditetapkan Zero Logging tapi timbul (Perda No 6 Tahun 2005 Prov Jatim) yang mengatur untuk itu. Sehingga kondisinya itu memerlukan perjuangan cukup berat.

Jadi kalau dikatakan bahwa sekar itu identik dengan DEMO, sebenarnya bukan itu. Demo itu salah satu bentuk dari upaya kita mengadakan kritisi, tapi bukan itu tujuan yang melatar belakangi sekar itu harus Demontrasi….. TIDAK. Sepanjang Aspirasi kita diterima, kepentingan karyawan bisa diberikan oleh perusahaan, tentunya kita tidak perlu demo . Jadi seperti yang saya katakan . Demo merupakan alternative terakhir daripada pergerakan di dalam memberikan masukan kepada management. Keputusan management yang Aspiratif untuk apa di Demo?. Demo juga memerlukan biaya, energi dan menanggung resiko yang cukup besar. Tentang kemudian dengan sudah bergabungnya sekar sekar itu menjadi SEKAR PERHUTANI dan sudah ditindaklanjuti dengan penandatanganan perjanjian kerja bersama (PKB). Memang PKB itu adalah salah satu persyaratan yang harus dipenuhi didalam pelaksanaan peraturan perundangan kepegawaian. Sebagai BUMN itu wajib hukumnya dan itu sudah dilakukan memang.

Dalam pelaksanaannya, PKB itu harus dikawal terus oleh jajaran pengurus Sekar oleh karena PKB berdasarkan pengalaman yang saya peroleh dari sekar – sekar lain suatu missal pertamina, PLN, KAI, Guruda, Telkom dan Pos itu memang pembuatan PKB tidak mudah memerlukan waktu (tarik ulur managemen dengan sekar). Kita sudah mewujudkan tetapi memang ada banyak hal – hal yang belum bisa dilaksanakan, misalnya mengenai pesangon empat puluh kali gaji untuk seluruh karyawan yang pensiun. Oleh karena kita Sekar mempunyai tujuan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan karyawan tetapi bukan satu satunya yang itu, tetapi yang prinsip yang lain ada tetap eksisnya perusahannya. Kalau sekarang kita sudah tahu kondisi perusahaan memungkinkan untuk itu tentunya perlunya peninjauan terhadap PKB. Yang sudah ada jadi Sekar jangan memaksakan itu tanpa diadakan konsultasi lagi dengan pihak managemen. Untuk dilakukan perbaikan – perbaikan apa yang mungkin dilakukan untuk itu.

Jadi jangan sampai kita menyusun suatu aturan/kesepakatan tetapi tidak bisa dilaksanakan. Seharusnya kita dapat menyusun aturan/kesepakatan dengan memperhatikan dua tujuan tadi, yaitu kesejahteraan karyawan meningkat, dan perusahaan tetap eksis.

Kemudian kedepan mestinya pengurus Sekar itu bisa mengarahkan bagaimana kita bisa bersama – sama dengan seluruh karyawan memperjuangkan tujuan yang mulia itu. Juga mengajak segenap karyawan untuk berjuang merubah sikap mentaati aturan yang ada untuk bekerja dengan baik, sehingga diupayakan perusahaan itu akan menjadi lebih sehat. Kalau perusahaan sudah sehat perusahaan harus memikirkan peningkatan kesejahteraan karyawan. Tidak mungkin kesejahteraan karyawan tercapai, kalau perusahaan itu tidak sehat dan juga tidak mungkin perusahaan sehat kalau karyawan tidak bekerja dengan baik (Itu merupakan kepingan mata uang yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya).

Yang perlu dihindarkan sekarang oleh pengurus sekar adalah jangan adanya keberpihakan pada satu golongan, jangan ada kepentingan – kepentingan pribadi yang mendompleng perjuangan sekar itu. Perjuangan sekar harus dikembalikan kepada tujuan semula, jangan ada kepentingan partai politik atau kepentingan – kepentingan untuk menjatuhkan satu sama lain. Karena sesuai AD/ART yang ada di dalam sekar itu tidak boleh ada perbedaan atau pengelompokan asal almamater, kelompok mana, Etnis mana, itu tidak boleh ada dalam Sekar. Disini harus disesuaikan untuk tujuan kesejahteraan karyawan dan untuk kesehatan perusahaan.

JAYALAH SEKAR PERHUTANI!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: