KENAPA KARYAWAN MEMBUTUHKAN SEKAR?

Oleh Moch. Abu Alyasak

Kabid Hubungan Industrial DPP

What is Sekar? Sekar adalah singkatan dari Serikat Karyawan, merupakan wadah aspirasi karyawan Perum Perhutani yang mempunyai kepedulian seberapapun prosentasenya terhadap keberadaan Perum Perhutani yang semakin hari semakin memprihatinkan.

Kelahirannya berawal dari rasa keprihatinan para karyawan yang cukup besar terhadap Perum Perhutani. Sebagai anak bangsa yang menerima titipan dari eyang untuk anak cucu kita, maka mau tak mau sebagai generasi penerus harus siap untuk menerima tongkat estafet yang kita alihkan dari generasi ke generasi selanjutnya.Suatu saat nanti kita pun harus siap untuk memberikan tongkat itu kepada generasi penerus yang keberadaannya harus lebih baik dari sekarang, sebab dengan majunya sebuah bangsa, mereka tetap membutuhkan hutan, yang penyebabnya tidak lepas dari SDM yang aspirasinya dititipkan dalam wadah Sekar.

Sekar atau Serikat karyawan merupakan sebuah organisasi karyawan Perum Perhutani yang segala aktifitasnya berada dalam wilayah Perusahaan, namun keberadaannya sudah diakui oleh Manajemen.

Setiap saat masukan, saran, pemikirannya dibutuhkan oleh manajemen baik ditingkat pusat (Dewan Pengurus Pusat), DPW (Dewan Pengurus Wilayah), DPD (Dewan Pengurus Daerah) dan DPC (Dewan Pengurus Cabang).

Pada semua tingkatan DPP, DPW, DPD dan DPC sesuai AD/ART dibentuk, kepengurusannya yang beraktifitas terhadap jalannya organisasi, masing – masing level mempunyai peran yang sama – sama penting, semua beraktifitas, itu semata – mata untuk ikut memberikan sumbang saran bagi keberadaan, peningkatan SDM dan kelangsungan Perum Perhutani pada masa mendatang.

Keberadaan Sekar diharapkan ada selama Perum Perhutani ada, jadi selama Perum Perhutani masih ada maka keberadaan Serikat Karyawan tetap ada.

Keberadaan itu dibuktikan dengan adanya pencatatan pada Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi di Jakarta dan ditindaklanjuti pemberitahuan pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di daerah masing – masing dimana Unit , KPH itu berada, Hal itu untuk memperkuat bahwa organisasi di Sekar tersebut ada, legal, berbadan hukum dan dilindungi oleh undang – undang, bukan organisasi teroris.

Kepengurusannya ada mekanismenya setiap 2 ( dua ) tahun sekali di DPP adalah Mubes, DPW adalah Muswil, dan di DPD adalah Musda. Biasanya setiap angkatan akan muncul kader–kader terbaik, baik kinerjanya, baik komunikasinya dan baik terhadap lingkungannya ( khususnya lingkungan kerjanya ).

Mengapa Sekar itu ada.

Sekar harus ada, pengalaman membuktikan bahwa Perusahaan dalam bentuk apapun kalau ada wadah aspirasinya maka ide / gagasan / pemikiran karyawan akan tertampung.

Perusahaan dimanapun, misalnya EROPA, ASIA dan AUSTRALIA sekalipun, apabila keberadaan karyawan dilihat sebelah mata, ide/gagasan pemikiran pemikiran tersumbat, maka karyawan di perusahaan tersebut akan berani melalukan berbagai macam tuntutan misalnya : unjuk rasa, demonstrasi dan mogok kerja.

Hal ini kalau tidak dikelola dengan baik maka pertanda perusahaan akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan dan dapat terjadi disharmoni atau miskomunikasi dan sangat merugikan kedua-duanya.

Sekar di Perum Perhutani jelas-jelas ada, Manajemen Perusahaan sangat mengakui hal ini dibuktikan dengan adanya Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) antara Ketua Umum Sekar dan Direktur Utama Perum Perhutani yang telah ditandatangani pada tanggal 5 Maret 2007 waktu MUBES II di Madiun.

Keberadaan Sekar sangat positif, manajemen Perum Perhutani memposisikan Sekar   sebagai mitra kerja, hal ini bisa dilihat bahwa setiap berkala diadakan semacam pertemuan/audensi antara kedua belah pihak.

Dengan keberadaan Sekar ( Serikat Karyawan ), kedepan diharapkan Perum Perhutani semakin baik, mengalami kejayaan seperti sediakala meskipun tantangan yang dihadapi didepan mata dapat dikatakan tidaklah ringan, selama kita masih punya semangat, potensi dan punya kepekaan maka tidak tertutup kemungkinan kejayaan Perum Perhutani dan Kesejahteraan Karyawan akan terwujud.

Hilangkan sifat ego kita, hilangkan budaya mementingkan diri sendiri atau kelompok yang berujung pada penggerogotan tubuh Perum Perhutani. Singsingkan lengan baju, marilah kita bekerja lebih keras lagi dan kita jangan segan-segan mengingatkan teman dilingkungan kita untuk tidak mengulangi kesalahan-kesalahan dan perbuatan-perbuatan yang merugikan perusahaan, diri sendiri, keluarga sebab apa yang kita tanam kita pula yang akan memanen, kita menanam kebaikan maka kebaikan itu pula yang akan kita dapatkan, begitu pula sebaliknya jika kejelekan yang kita perbuat, kembali kepada kita balasannya.

Untuk itu kita harus selalu ingat bahwa apa yang kita kerjakan, akan kita pertanggungjawabkan dihadapan Yang Maha Esa.

Sekar ( Serikat Karyawan ) merupakan salah satu persyaratan Pengelolaan Hutan Lestari ( PHL ), Sekar ( Serikat Karyawan ) mereupakan salah satu persyaratan EKO LABELING, maka Mustahal bin Mustahil keduanya akan berhasil apalagi tanpa Sekar ( Serikat Karyawan ) didalamnya, apalagi jika masih ada oknum manajemen yang mempersulit keberadaan Sekar maka bisa dituntut dan dapat dihukum.

Untuk itu setiap karyawan dalam berserikat, mengeluarkan pendapat didepan umum, dan berkumpul dijamin/dilindungi undang-undang  mengapa takut!, bahkan siapapun yang menghalangi dapat dituntut dan dihukum.

Semoga bermanfaat!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: