LAHIR UNTUK MENANGKAL TEKANAN EKSTERNAL

[Wawancara dengan pendiri dan Mantan Ketua Umum SEKAR JANTEN pertama, Basir Suparman dan Sekjen DPP Sekar Beddi Taviffudin]

Berikut hasil wawancara Redaksi MAHONI (AGS) dengan salah seorang tokoh pendiri dan mantan Ketum pertama SEKAR JANTEN yang telah purna tugas, Bapak Basir Suparman (BSR) di rumahnya pada hari minggu tanggal 25 Januari 2009 pukul 20.00 WIB. Berikut petikan wawancaranya :

  • AGS : Apa yang melatar belakangi berdirinya Sekar Janten di Unit III Jawa Barat dan Banten?
  • BSR : Pada saat itu eksistensi Perum Perhutani Unit III mengalami tekanan dari eksternal yang cukup berpengaruh sebagai ekses dari reformasi dan euphoria sejak tahun 1998. Sekar Janten dirintis sejak tahun 2001 dan berdiri resmi pada tahun 2002. Sejak itu Sekar janten bahu membahu dengan manajemen Perum Perhutani Unit III dalam mengantisipasi dan menangkal tekanan-tekanan dari eksternal yang saat itu menginginkan Perhutani Unit III dibubarkan. Belum lagi ditambah pada saat itu terjadi ketidak harmonisan hubungan antar kelompok elit di internal Perhutani yang juga memperkeruh situasi.
  • AGS : Apa pendapat bapak dengan realita perjuangan Sekar dari masa ke masa yang nampaknya juga masih berat?
  • BSR : Menurut saya, pertama kita tidak perlu khawatir sebab setiap jaman/masa pasti ada persoalan yang berbeda. Hadapi saja yang penting niatnya dan berpatokan dengan aturan yang ada. Saya tidak heran apabila persoalan terpanjang dalam internal Perhutani adalah masalah tarik menarik kepentingan kelompok elit, karena memang sampai masa dimana saya pension system yang mengatur tersebut belum bias menjembatani dan kalaupun ada belum mampu dilaksanakan secara efektif.
  • AGS : Apa harapan bapak terhadap perjuangan Sekar dimasa mendatang?
  • BSR : Saya berharap Sekar ke depan bisa menjadi wadah perjuangan karyawan yang lebih solid dan taat aturan/hukum yang berlaku, sehingga Sekar mampu menciptakan kader-kader pemimpin Perhutani yang handal, kuat dan yang paling penting adalah wadah pemersatu karyawan Perhutani sedangkan tujuannya tetap sesuai UU dan AD/ART, memperjuangkan eksistensi SDH, perusahaan dan kesejahteraan karyawan.
  • AGS : Apa saran bapak untuk pengurus saat ini dan yang akan datang agar Sekar dan Perhutani tetap jaya ?
  • BSR : Bangun terus organisasi secara efektif, lakukan konsolidasi internal dan eksternal, pelihara rasa kebersamaan dan persatuan internal dan tumbuhkan jiwa militansi dan solidaritas karyawan terhadap Perhutani. Insya Allah kita selamat dan tetap jaya. Kami yang telah purna tugas hanya bisa berdoa dan berharap sisanya silakan adik-adik yang berusaha. Selamat berjuang semoga Allah SWT selalu melindungi dan meridhoi kita. Amin !! Salam.

Selain hasil wawancara dengan Pak Basir Suparman, kami lengkapi juga dengan tanggapan hasil perbincangan dengan Beddi Taviffudin, Sekjen DPP Sekar. Berikut petikannya :

Serikat Karyawan Perum Perhutani Jawa Barat dan Banten (Sekar Janten) berdiri sebagai federasi yang beranggotakan serikat-serikat karyawan yang didirikan di masing-masing KPH dan Kantor Unit.

Sekar Janten lahir karena adanya tekanan eksternal. Eksternal melihat perubahan bentuk Perum menjadi Perseroan Terbatas (PT) dikhawatirkan hutan di Pulau Jawa dieksploitasi untuk semata-mata mencari keuntungan.

Perjuangan Awal Sekar berdasarkan deklarasi Situgunung, Federasi Sekar Janten memperjuangkan, antara lain :

  1. Perubahan bentuk dari Perseroan Terbatas (PT) menjadi Perusahaan Umum (Perum).
  2. Penunjukan anggota Dewan pengawas Perum Perhutani dari pejabat yang aktif.
  3. Penggantian BOD melalui P & FT

Sekar Janten Sekarang :

Sekar Janten sekarang sudah tidak ada, dengan adanya mubes pertama Serikat karyawan Perum Perhutani di Bandung 4 tahun yang lalu, melebur menjadi kesatuan organisasi Sekar Perhutani. Muatan atau aspirasi local harus diperjuangkan melalui mekanisme pleno DPP.

Sekar perhutani ke depan :

Sekar tetap akan eksis apabila dapat mempertahankan komitmennya yang independen, berpihak kepada karyawan kebanyakan dan keberadaan perusahaan.

Yang harus diperjuangkan Sekar :

  1. Implementasi PKB yang belum dapat direalisasi
  2. Memasukan lagi materi perundingan yang 2 tahun lalu belum berhasil, seperti : Masa Persiapan Pensiun (MPP) menjadi wajib. Dengan MPP wajib, misalnya karyawan dengan tunjangan dan gaji sama sewaktu aktif tapi yang bersangkutan tidak perlu masuk kerja, melainkan benar-benar mempersiapkan masa pensiun.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: