ASPER / KBKPH PADALARANG HENRY PURNOMO : AKTIFIS SEKAR PERAIH PREDIKAT LOMBA IMPLEMENTASI PHBM TINGKAT ASPER UNIT III

Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten baru-baru ini telah mengadakan langkah nyata, kreatif dan jelas berupa loba PHBM tingkat Asper/KBKPH dengan seleksi ketat dan serius, dari mulai tahapan seleksi tingkat KPH sampai dengan 2 tahapan yang dilakukan pada tingkat unit meliputi : tahap menjawab pertanyaan serta tes terakhir berupa  wawancara exclusive, dengan melibatkan unrus pimpinan unit beserta stakeholder konsultan PHBM/LSM serta akdemisi.  Hasilnya sebagai pemenang pertama lmba adalah Henry Purnomo, S.hut, MM, Asper / KBKPH Padalarang, KPH Bandung Utara.

Karyawan pilihan yang ditampilkan pada MAHONI edisi Desember 2008 adalah sang pemenang lomba PHBm tingkat asper lingkup Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten.  Profil pemenang merupakan salah satu Asper/KBKPH dari mulai tahun 2002(sekitar 7 tahun, dengan 5 kali Asper) sampai saat ini.  Sebagai pra-tugas direksi, tahun 1997/1998, awal karier Henry di Perum Perhutani di mulai di SPH II Cianjur, sebagai staf pelaksana yang banyak bergelut pada kegiatan PRA (Participatory Rural Appraisal), suatu metode pengkajian desa hutan secara partisipatif sebagai dasar/alat aplikasi PHBM, selama 4 tahun.  Kemudian menjadi asper, sempat menjadi KSS Keamaman II, selama enam bulan.

Selama malang melintang dari pantai selatan sampai pantai utara, perpaduan integrasi pengalaman yang telah didapat selama ini dari mulai pendekatan keamanan (security approach) sampai dengan pendekatan kesejahteraan masyarakat secara partisipatif (prosperity approach), termasuk terobosan-terobosan pembelajaran dalam hal pemecahan masalah keamanan maupun sosial dengan karakteristik budaya serta tingkatan/level kualitas serta kompleksitas yang berbeda selama ini, merupakan modal utama untuk menjadi Pemenang Lomba PHBM.

Selain juara lomba PHBM tersebut, pada tahun 2007, pria dengan postur tinggi besar dengan hobi olahraga (terutama tenis lantai dan Bulu tangkis) ini, pernah juga mengukir prestasi sangat menonjol berupa penghargaan dari Presiden Republik Indonesia melalui Departemen Kehutanan dengan menyandang predikat sebagai teladan nasional / pemenang lomba penghijauan dan konservasi alam katagori Asper/KBKPH tingkat Nasional, serta sebagai penerima lencana wana lestari, yang pada saat itu henry menjabat sebagai Asper Haurgeulis, KPH Indramayu.

Prinsip hidup dan bekerja alumni Fakultas Kehutanan (FAHUTAN), Insitut Pertanian Bogor (IPB), lulusan tahun 1995 ini, adalah selalu semangat dalam setiap pekerjaan. Bekerja dengan team work, keberhasilan yang diraih merupakan hasil kerjasama team, bukan hasil sendiri. Berusaha menguasai dan mencapai target yang telah ditetapkan secara cepat dan tepat. Setiap apa yang kita lakukan harus merupakan kumpulan energi positif yang akan menciptakan kekuatan simultan pada output akhirnya. Sebagaimana Hukum Kekekalan Masa (Enstein) bahwa energi tidak akan pernah hilang (energi hanya dapat berubah).

Untuk itu, dengan tetap mengutamakan profesionalisme dalam pekerjaan di Perhutani, jangan berhenti untuk selalu dan terus mengembangkan kompetensi diri baik secara formal maupun non formal yang pada muaranya semoga dapat berkontribusi lebih nyata terhadap kehidupan diri, keluarga serta kelangsungan perusahaan. Pada saat ini Henry juga tengah berusaha ektra dalam tahap merintis untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan Program Doktor Manajemen Bisnis Pemasaran, Konsorsium Progam Pasca Sarjana (S3), UNPAD/ITB, Bandung. Ketika ditanya tentang motivasi menempuh pendidikan lebih lanjut, Henry berujar “Mudah-mudahan akan menjadi bekal pada masa yang akan datang sebagai strategi penciptaan nilai tambah (added value creation strategy) dengan dampak yang cukup nyata”.

Lebih jauh Henry mengungkapkan bahwa kita sebagai rimbawan, janganlah menjadi. “rimbawan salon” yang pada kontek saat ini sebagai orang-orang yang tidak berani menanggung resiko jangka panjang serta kadang juga tidak bersifat gentlement. Rimbawan sejati harus selalu ” asyik ” dan tangguh menghadapi SWOT situation kedepan yang akan semakin kompleks dan global.

Di organisasi SEKAR pun, Henry yang telah dikaruniai sepasang putri dan putra dari buah pernikahannya dengan seorang perwira Polwan Brimob, merupakan aktivis dari mulai berdirinya Sekar sampai dengan saat ini, bermula dengan terpilih menjadi Ketua DPD Sekar KPH Ciamis (2003 – 2004), Ketua DPD Sekar KPH Indramayu (2004 – 2007), termasukjuga pengurus Sekar DPW (2003-2007), hingga saat ini menjadi MPO Sekar KPH Bandung Utara. Perjalanan Sekar sepanjang jaman dari mulai taboo 2003 sampai dengan saat ini, selalu diikutinya dengan berbagai kejadian pasang surut semangat, dari mulai deklarasi Situ Gunung, bolak balik demo ke Jakarta, beberapa rapat / pertemuan, studi banding dan lain-lain, merupakan suatu proses pembelajaran demokratisasi dalam tubuh manajemen dan karyawan Perhutani ootuk menuju ke arah lebih baik.

Menyikapi berbagai fenomena yang berkembang saat ini, secara umum Henry merasa khawatir adanya disintergrasi dengan timbulnya friksi-friksi horizontal maupun vertikal diantara aspirasi karyawan Perhutani sendiri di berbagai level manajemen. Walau tetap harus berpikir positif, bagaimanapun kondisi ini merupakan suatu indikator significan adanya suatu masalah (gap) antara ekspektasi dengan kenyataan (real conditions) yang diharapkan oleh sebagian karyawan. Menurut saya, ditengah langkah upaya signifikan dari semua level manajemen untuk terus berusaha berbuat lebih baik, sebaiknya kita mulai berfikir logis ke depan (logical forward thinking).

Sekali lagi perlu terus diingatkan, bahwa tantangan internal, ekternal, mikro, makro, bahkan global kedepan akan semakin kompleks, bagaimana bisa menciptakan sebuah performance value dari sebuah organisasi perusahaan yang supperior, apabila kekuatan internal tidak kuat/kompak. Selain itu perlu diingat juga, pada hakekatnya kita semua sangat menginginkan Perum Perhutani sebagai tempat mencari nafkah ini, tetap menjadi sebuah perusahaan lestari (corporate sustainability).

Terakhir Henry berpesan: Kembali pada konteks serikat karyawan, apabila goal plus obyektif-nya sama, kenapa kita tidak melakukan langkah secara bersama-sama? Simpelnya dalam sensitifnya sikon internal seperti ini ditambah dengan tantangan/ancaman ekternal yang memang akan cenderung mengancam keberlangsoogan perusahaan, namun kita tetap tidak usah terbelenggu dengan berbagai friksi, tetapi tetap semangat ootuk bekerja serta terus mengembangkan potensi diri, kalau tidak malah bisa rugi sampai dibawa mati. Dengan segala upaya kerja keras selama berkiprah di Perhutani, semoga saja apresiasi pimpinanlmanajemen SDM, dapat berlaku lebih proporsional dengan memberikan kesempatan lebih baik pada karyawan berprestasi dan memperhatikan track record ybs. Amiin!! (ESBEWE, 2008).

2 Komentar

  1. tjoetjoe said,

    11 Oktober 2010 pada 2:18 pm

    mahoni online selalu di update ga beritanya ?

  2. tjoetjoe said,

    11 Oktober 2010 pada 2:21 pm

    beritanya xlalu di update ga boss ??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: