GAJI NAIK DAN PESANGON PURNA TUGAS DIBAYARKAN (Hasil Audiensi Pengurus SEKAR dengan BOD dan DEWAS)

MAHONI, JAKARTA (04/12/2008). Bertempat di Kantor Pusat Perum Perhutani, Gedung MWB Jakarta, pada 4 Desember 2008 pengurus Sekar Perhutani melakukan audiensi dengan BOD Perhutani. Dari jajaran BOD hadir lengkap, Pit Dirut/Dirum, Dir PP SDH, Dir Insar dan Dirkeu. Acara dibuka oleh Adrian Bestari, Ketum DPP Sekar periode 2007¬2009, yang didampingi Sekjen. Jajaran pengurus Sekar hadir lengkap, beberapa pengurus DPP serta perwakian DPW (Ketua dan Sekretaris). Tidak kurang dari 20 orang pengurus membicarakan berbagai hal penting untuk menyikapi situasi dan kondisi terkini perusahaan di tengah dampak krisis keuangan global serta dinamika komitmen karyawan yang (nyaris) mencapai titik terendah.

Audiensi kali ini dimanfaatkan untuk lebih mendinamisasi peran dan fungsi Sekar sebagai mitra manajemen dalam merespon berbagai persoalan terkini yang dihadapi Sekar dan perusahaan, khususnya menyangkut tiga persoalan mendasar, yaitu :

  1. upaya peningkatan kesejahteraan karyawan, peningkatan pendapatan perusahaan dan persoalan manajemen Perhutani.
  2. Upaya meningkatkan kesejahteraan karyawan menyangkut skema kenaikan gaji, pembayaran pesangon bagi karyawan non pejabat yang puma tugas, pembayaran premi 2008, dan asuransi kesehatan bagi karyawan serta persoalan dana pensiun.
  3. Beberapa persoalan lain yang dibahas antara lain: konsolidasi dan penguatan komitmen karyawan dan pemimpin, proses dan pengawalan peningkatan status karyawan serta Tim Perunding Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Setelah melalui diskusi dan penjelasan dari segenap anggota Direksi, beberapa hal yang dapat disimpulkan dari audiensi itu antara lain:

  1. Kebijakan Direksi terkait dengan peningkatan status, tidak akan ada PHK terhadap PKWT dan akan dilaksanakan secara bertahap,
  2. Batasan umur maksimal 50 tahun dalam seleksi peningkatan status merupakan proses prioritas, PKWT yang belum memenuhi syarat atau yang belum lulus seleksi akan dipertimbangkan kemudian,
  3. Pembayaran THR dan Premi masing masing setengah kali THP akan diberikan pada Bulan Desem:ber 2008,
  4. Pada prinsipnya SPPD 100% akan segera ditetapkan, dengan formulasi uang saku akan dinaikan. Uang transport dan penginapan dapat berupa tiket dan voucher atau berupa uang tunai akan dipertimbangkan kemudian,
  5. Pesangon non Pejabat (THT) tahun 2007 dan 2008 akan dibayarkan pada 2009,
  6. Harus dilakukan upaya penghematan di bulan Desember 2008 dengan memaksimalkan  upaya peningkatan penghasilan agar Perum Perhutani tidak mengalami kerugian,
  7. Usulan kenaikan gaji akan direalisasikan Januari 2009.

Acara audiensi ditutup oleh Pit Dirut seraya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Sekar dan mengharapkan Sekar tetap konsisten dan komit sebagai mitra Direksi dalam menyikapi setiap persoalan yang terkait dengan upaya eksistensi perusahaan dan peningkatan kesejahteraan karyawan. Audiensi diakhiri dengan berjabat tangan bersama.

Sehari setelah pengurus Sekar beraudiensi dengan BOD, pada Jumat (05/12/2008) pen gurus Sekar juga melakukan pertemuan dengan anggota Dewas Perhutani di kantor pusat Perum Pehutani, Jakarta. Tampak hadir dalam audiensi itu Ketua Dewas (Muslimin Nasution) beberapa anggota Dewas (Haryanto, Boni Siahaan dan Maurin Sitorus), juga beberapa orang anggota Komite Dewas.

Hal-hal yang disampaikan kepada Dewas secara garis besar adalah persoalan:

  1. manajemen (hatas waktu PIt Dirut, proses dan pengambilan keputusan pemilihan Kanit I),
  2. perlindungan hak-hak dan upaya peningkatan kesejahteraan karyawan (pengawalan kebijakan kenaikan gaji, pembayaran pesangon bagi karyawan non pejabat yang puma tugas,
  3. perlindungan hukum karyawan yang mengalami proses hukum, khususnya sebagai tersangka penembakan saat bertugas pamhut) serta implementasi dan kebijakan pengembangan usaha (optimalisasi aset dan pengembangan usaha).

Salah satu hal penting yang sempat mengemuka dari audiensi dengan Dewas adalah persoalan Tata Hubungan Kerja (Tahuja) antara BOD dan Dewas, agar pengurusan dan pengawasan perusahaan berjalan efektif dan efisien. Ditegaskan oleh Ketua Dewas, bahwa telah dibuat Tahuja antara BOD dan Dewas, sehingga tidak ada tumpang tindih kewenangan dan “tuduhan” Dewas terlau intervensi dan masuk ke dalam wilayah kepengurusan perusahaan. Bahkan Pak Munas lebih memposisikan dirinya dan jabatannya agar lebih bisa “dimanfaatkan/digunakan” untuk kepentingan pengurusan Perhutani. Modal hubungan baiklkemitraan serta jaringan informasi bisnis atau pun jaringan fungsional dengan berbagai kalangan, pemerintah, swasta, pebisnis dan LSM yang dimilikinya agar digunakan semaksimal mungkin untuk lebih mendorong dan mempercepat keberhasilan pengelolaan perusahaan ke arah yang lebih baik dan lebih maju. Semoga!! (ESBEWE, 2008)

Iklan

10 Komentar

  1. elfarid said,

    30 April 2009 pada 5:49 am

    Gaji karyawan PERHUTANI berapa sih? Di blog ini belum ada daftarnya ya? Biar semua tahu jen jang gaji dari paling top sampai pekerja.

    Ditunggu nih…

  2. Eko Bp said,

    13 Juni 2009 pada 1:25 pm

    Kenaikan gaji hendaknya segera direalisasikan secara nyata, sehingga karyawan dapat segera merasakan manfaatnya..

    MAJU TERUS SEKAR

  3. ABDUL ROSYAD said,

    23 Juli 2009 pada 8:45 am

    SEKAR tolong perjuangkan nasib karyawan yang belum di angkat.karna ada penyambung suara kami.jangan jadi boneka diam membisu. Jangan mau dijadikan bemper direksi dari untuk menghindar dari undang-undang tenaga kerja. Anda harus professional jangan takut kita harus melepaskan budaya feodalisme yang selalu manggut sama pimpinan walaupun salah. Dan direksi harus konsisten katanya tiap tahun ada perbaikan status. Tolonglah perbaikan status itu harus melalui procedure yang berlaku dan transparan. Jamgam membuat procedure sendiri yang mementingkan diri sendiri. Yang hanya menyelamatkan posisi pribadi dan antek2 nya semata.Utamakan yang sudah mempunyai prestasi sehingga lebih bijak dalam menetukan sikap dan tanggung jawab.Perbaikan status 2008 itu semua bohong belaka dan bulshit. Jika dilihat orang orang yang lulus ternyata orang-orang titipan alias KKn Insya Allah jika hal ini terus dibiarkan Perhutani bangkrut.

  4. Sugito said,

    13 Agustus 2009 pada 4:42 am

    Apa yang di sampaikan Bang Abdul Rosyad, sesungguhnya ingin di suarakan ribuan karyawan yang masih Pekerja Pelaksana .
    Metode (mekanisme) peningkatan Status yang Fair, Transparant, memenuhi rasa keadilan, adalah harapan sebagian besar Pekerja Pelaksana.
    Peraturan yang telah dilaksanakan pada peningkatan Status terdahulu (2005, 2007, dan 2008) masih memungkinkan ada celah permainan segelintir orang dengan kepentingan kelompok atau pribadi tertentu.
    Menurut saya, saatnya DPP membuka diri, membuka suatu Forum Diskusi, tentang bagaimana metode Peningkatan Status yang memenuhi standar GCG.
    Ada baiknya Forum diskusi dibuat di Blog/ Website ini.
    Bukankah jumlah Pekerja Pelaksana di Perum Perhutani mencapai 60 % atau lebih, dari total karyawan?
    Saatnya kepentingan orang banyak dipikirkan secara serius. Apalagi Pekerja Pelaksana merupakan ujung tombak kegiatan di lapangan.
    Semoga ini mendapat respon positif dari DPP.
    Selamat melaksanakan Mubes di Yogya, semoga menghasilkan pencerahan.

  5. POEDJIANTO said,

    14 Desember 2009 pada 2:47 am

    2009 kok belum ada pengangkatan pegawai? kalau bisa dari interen dulu,kan masih banyak yg belum pegai dan gajipun tidak layak. layaknya gaji karyawan yg bersetatus PP minim 1.5 jt sesuai dgn masa kerja

  6. POEDJIANTO said,

    14 Desember 2009 pada 2:50 am

    bu dirut kami mohon pikirkan karyawan yg bersetatus PP kapan diangkat menjadi pegawai dan punya gaji yg layak

  7. postermj said,

    3 Januari 2010 pada 1:33 am

    selamat tahun baru 2010,semoga Perhutani tambah sukses dan karyawan smakin dipikirkan kesejatraannya,amiin

  8. postermj said,

    3 Januari 2010 pada 1:39 am

    smg ditahun 2010 Perhutani smakin baik juga karyawannya dipikirkan kesejatraannya,

  9. lusiana said,

    16 Januari 2010 pada 1:19 pm

    Bagi para pegawai perhutani yang setatusnya sudah jelas, mungkin selalu berbicara masalah gaji… gaji… terus. Tetapi bagi pekerja yang statusnya belum menjadi pegawai tetap masih risau tentang status mereka yang terlalu panjang prosesnya (dari mulai ….. sampai ……. baru menjadi pegawai tetap), apa ini tidak bertentangan dengan aturan ? apa memang sengaja biar untungnya gede terus ? (saat ini tertulis untung 2.3 triliun kalau ndak salah baca). Kalau itu dianggap untung, maka penindasan terhadap tenaga kerja adalah merupakan suatu keuntungan ( ya kan ? ). Mudah-mudahan para petinggi dapat memikirkan pengangkatan secara masal secepatnya disesuaikan dengan pendidikan yang dimiliki oleh para tenaga, (kasihan kan mereka rata2 sudah diatas 10 tahun mengabdi dan ada juga yang sarjana). Apalagi sekarang sudah ada serikat kerja ( dua lagi). Semoga berdirinya serikat kerja tidak hanya digunakan kepentingan sesaat oleh para2 elit. Cobalah PERHUTANI MEMULAI MENGHARGAI PARA TENAGA KERJANYA DAN MEMIKIRKAN TENAGA KERJANYA’ Inssya Allah Perhutani akan tetap lestari dan jaya. Mohon maaf apabila dalam penyampaian ada kesalahan dan menyinggung perasaan para pembaca. Terima kasih.

  10. samsiyah said,

    27 November 2011 pada 4:28 am

    coba di cek yang daftar tes perhutani masih ada yang terikat kontrak kerja apa tidak, kalo iya tolong di pertimbangkan, ini merupakan cerminan yang tidak baik, masih terikat kontrak malah ingin masuk perhutani, kalo perusahaan yau bisa langsung di tendang tu orang


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: