DPP SEKAR ADAKAN PELATIHAN KADERISASI ANGGOTA SEKAR

Hampir semua organisasi berusaha menyiapkan kadernya dari seluruh elemen karyawan-karyawan yang cemerlang untuk dijadikan calon pemimpin perusahaan, misalnya melalui program “Management Trainee”.   Namun walaupun demikian, masih saja banyak keluhan mengenai kematangan dan kesiapan para calon tersebut untuk menjadi seorang pemimpin.

MAHONI, BANDUNG (27/04/2008). Keberadaannya, Serikat karyawan (Sekar) memiliki arti yang sangat penting bagi perusahaan maupun karyawan. Adanya Sekar akan memudahkan manajemen memantau dan mengetahui tentang aspirasi serta keinginan karyawan dalam rangka menjalankan aktifitas pekerjaan untuk keberlangsungan proses bisnis perusahaan. Sebagai bagian yang tak dapat dipisahkan antara tenaga kerja dan perusahaan, maka apa yang terjadi pada karyawan harus menjadi perhatian manajemen dalam mengambil kebijakan-kebijakan strategis perusahaan, terutama yang berhubungan dengan peningkatan dan pengembangan sumberdaya manusia baik dari sisi kemampuan, keahlian (skill) maupun kesejahteraannya.

Melihat kenyataan di atas maka langkah strategis telah dilakukan oleh DPP Sekar dengan menyiapkan kader-kader yang mampu dan ahli dalam mengelola organisasi Sekar dimasa yang akan datang, maka proses pendidikan dan pelatihan (Diklat) keorganisasian Sekar menjadi sebuah keharusan. Proses diklat akan dilaksanakan dengan mengedepankan kemampuan pribadi dalam berinteraksi dengan orang lain, leadership dan pemahaman tentang ketenagakerjaan secara utuh.

Maksud dan tujuan diadakan Pelatihan Kaderisasi Organisasi Serikat Karyawan Perum Perhutani tahun 2008 adalah: (1) Mencetak kader yang militan, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, tangguh, tanggap, trengginas dan bertanggung jawab guna dipersiapkan untuk menjadi pimpinan Sekar Perum Perhutani dimasa yang akan datang, (2) Pemahaman tentang undang-undang dan peraturan-peraturan yang berhubungan dengan keberadaan Sekar baik yang bersifat internal maupun eksternal, (3) Memahami tentang teknis manajemen Sekar baik secara umum maupun Sekar khusus Perum Perhutani, (4) Membentuk team work yang kuat dalam tubuh Sekar Perum Perhutani, dan (5) Membentuk kader-kader yang mampu melaksanakan negosiasi dengan pihak-pihak yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan Sekar.

Kegiatan “Kaderisasi Organisasi” Sekar Perum Perhutani tahun 2008 dilaksanakan selama empat hari pada Rabu-Sabtu, 23 – 26 April 2008 di Patuha Resort, Ciwidey-Bandung (Wilayah KPH Bandung Selatan Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten). Adapun pesertanya berasal dari kader-kader sekar yang saat ini menjadi pengurus dan calon pengurus Sekar, baik yang berkedudukan di Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) maupun Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dengan jumlah peserta untuk satu angkatan sebanyak 50 orang yang terbagi ke dalam empat Dewan Pimpinan Wilayah, yaitu: Jawa Tengah sebanyak 22 orang, Jawa Timur sebanyak 15 orang, Jawa Barat dan Banten sebanyak 11 orang, dan Kantor Pusat sebanyak 2 orang

Acara dibuka oleh Ketum DPP Sekar dan dihadiri oleh Kanit III Jabar dan Banten, anggota Direksi yang diwakili oleh Direktur Industri dan Pemasaran. Kegiatan diisi dengan materi pembekalan dari Dewas Perhutani tentang fungsi, kewenangan serta kewajiban Dewan Pengawas disampaikan oleh Dr. Ir. Muslimin Nasution (Ketua Dewan Pengawas Perum Perhutani. Juga dijelaskan perihal etika dan rambu-rambu yang harus dipatuhi oleh Dewas dalam menjalankan tugasnya. Yang pokok adalah dalam menjalankan fungsi, tugas dan kewajibannya mengawasi jalannya pengurusan Perhutani BOD, Dewas harus: (I) Mematuhi Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan serta prinsip-prinsip profesionalisme, efisiensi, transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban, serta kewajaran dan (2) Beritikad baik, penuh kehati-hatian dan bertanggung-jawab.

Materi lain yang diberikan adalah Peranan Serikat Pekerja Dalam Menghadapi Krisis di Perusahaan (Antisipasi & Upaya) disampaikan oleh Indra Yana, SH. (Sekjen ASPEK Indonesia). Beberapa poin penting adalah (a) Serikat Pekerja/Serikat Buruh adalah organisasi yang dibentuk dari oleh, dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun di luar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis. dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja / buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya (b) Tujuan didirikannya Serikat Pekerja atau Serikat Bumb adalah : Memberikan Perlindungan dan pembelaan kepada karyawan/anggota terhadap pelanggaran hak-hak yang dilakukan pihak manajemen/perusahaan baik yang dilakukan secara sengaja ataupun tidak sengaja. Pembelaan kepentingan terhadap seluruh aspirasi karyawan yang disalurkan melalui suatu wadah resmi serta Meningkatkan kesejahteraan yang layak bagi pekerja dan keluarganya

Asas Kemitraan dan keterbukaan yang telah tumbuh dalam suatu komunitas organisasi atau perusahaan, hendaknya tetap dijaga dan dikembangkan dengan memberikan peran yang lebih banyak pada Serikat Pekerja di sebuah perusahaan, tidak hanya terkait dengan masalah hubungan industrial saja, tetapi juga membicarakan masalah yang dihadapi perusahaan, contoh: upaya efisiensi, pengembangan bisnis pers dan lain- lain yang pada gilirannya akan berdampak terhadap perbaikan nasib para pekerja di perusahaan.

Dalam memperjuangkan kepentingan masing-masing, diharapkan ke-2 belah pihak saling memahami dan menghormati kepentingan pihak – pihak lainnya. Pimpinan Serikat Pekerja dalam memperjuangkan aspirasi para anggotanya harus bisa memahami situasi dan kondisi perusahaan, sedangkan pihak pimpinan perusahaan juga hams memahami keinginan para pekerjanya.

Banyak perusahaan yang dapat bertahan dan berkembang justru karena memperhatikan kesejahteraan para pekerjanya, sebab dengan memperhatikan kesejahteraan pekerja, pekerja akan mempunyai perasaan rasa ikut memiliki dan bertanggung jawab (Sense of Belonging) terhadap kelangsungan dan kemajuan perusahaan dimasa yang akan datang.

Selanjutnya diberikan juga materi tentang Imp lementasi Hubungan Industrial (Problem Solving Bidang Ketenaga kerjaan) disampaikan oleh Aryo Hudoko (Ketua ILF). Pada prinsipnya seluruh bentuk organisasi yang membela terhadap kepentingan anggota atau karyawan yang berada pada suatu perusahaan terbentuk dari akibat adanya rasa ketidakpuasan terhadap suatu kebijakan yang diberlakukan ‘kepada seluruh karyawan dan apabila dilihat dari sisi hukum hal itu dianggap tidak cukup beralasan sehingga bisa dibenahi dan didiskusikan kepada pihak perusahaan / managemen sehingga menghasilkan suatu titik temu.

Adapun Prinsip yang sangat mendasar dari berdirinya Serikat Pekerja adalah: (1) Solidaritas, yaitu mengedepankan kepentingan orang banyak/karyawan pada umumnya, (2) Independensi, yaitu tidak memihak kepada salah satu organisasi politik atau partai politik manapun, (3) Demokrasi, yaitu segala permasalahan yang timbul diupayakan diselesaikan melalui proses musyawarah menuju mufakat, (3) Unity, (4) Responsibility, yaitu cepat dan tanggap dalam menilai atau melihat adanya sesuatu dalam berjalannya roda perusahaan guna meningkatkan kualitas dan mutu perusahaan dan (5). Equality.

Kesan umum yang sangat terlihat mengenai keberadaan Serikat Pekerja atau Serikat Karyawan adalah adanya sebagian orang yang beranggapan bahwa Serikat Karyawan itu : Arogan, Kurang pergaulan, Personifikasi, Kebutuhan jangka pendek dan belum menjadi tradisi harus bisa ditepis sehingga dalam implementasinya <!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:””; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page Section1 {size:595.3pt 841.9pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
seluruh jajaran Serikat Pekerja atau Serikat Karyawan harus mempunyai visi dan misi yang jelas disamping dari sisi kepribadiannya harus bisa bersikap terbuka dan supel dalam pergaulan. Dijelaskan oleh Indra tentang bentuk-bentuk Serikat Pekerja / Federasi Serikat Pekerja, yaitu: ( a) Craft union: diklasifikasikan berdasarkan jenis pekerjaan. (b) Industrial union: diklasifikasikan berdasarkan industri, ( c) Inhouse union: diklasifikasikan berdasarkan satu industri perusahaan, (d) SPTP = Serikat Pekerja Tingkat Pekerjaan, (e) Federasi: Gabungan dari berbagai macam jenis Serikat Peker,ja biasanya dibagi ke dalam beberapa wilayah/region serta (f) Non federasi.

Kegiatan praktek (lapangan) diisi dengan membangun kerjasa sama tim / kebersamaan, pengelolaan keegoan / suasana batin untuk memantapkan niat dan moral dalam memberikan karya terbaik bagi perusahaan, berupa outbond dan manajemen qolbu (short ESQ).  Dipenghujung acara, pada tanggal 27 April 2008 kaderisasi diakhiri dengan belajar dan menimba ke Sekar PT Telkom .(Tbk). Beberapa success story Sekar telkom dipaparkan oleh oleh Amir Fauzi (Sekjen DPP Sekar Telkom). Kunjungan ke Sekar Telkom diterima langsung oleh ketua umum dan sekjen serta seluruh jajaran pengurus Sekar Telkom di kantor pusat PT Telkom, Jalan Japati Bandung.

Beberapa informasi tentang Sekar PT Telkom (Tbk). Sekar telkom dideklarasikan pada 1 Maret 2000 dalam sebuah Mukar (Musyawarah Karyawan) yang dihadiri seluruh karyawan seluruh Indonesia, dibentuk dan dibesarkan dari, oleh dan untuk karyawan Telkom. Sekar Telkom telah terdaftar pada Depnaker RI sesuai SK Menteri Nomor 204/MI BW/2000 tanggal3 Mei 2000 dan tercatat pula di Disnaker Kota Bandung Nomor 821 DPP.SEKAR/CCTIl/X/8!200l tanggal 3 Agustus 2001. Sekar Telkom dikukuhkan sebagai satu-satunya wadah resmi penyalur aspirasi karyawan Telkom dalam MUNAS (Musyawarah Nasional) I Sekar Telkom pada 20-22 November 2000. Sekar Telkom juga disamping mempunyai tugas dan fungsi mempertahankan eksistensi dan memperjuangkan peningkatan kese¬jahteraaan anggota dan keluarganya juga mempunyai vi si misi yang jelas. Visi: “Menjadi role model hubungan industrial Indonesia yang menjamin keunggulan perusahaan dan kesejahteraan karyawan” dengan misi “Meningkatkan kesejahteraan melalui profesionalisme karyawan. Mem-perjuangkan kesinambungan keunggulan bisnis, perusahaan dan Meningkatkan posisi strategis sekar dalam konstelasi nasional” .

Diakhir agenda pelaksanaan kegiatan Kaderisasi Organisasi Sekar Perum Perhutani, para kader menginginkan dan telah menghasilkan beberapa rumusan penting berupa kesepakatan yang harus dikawal oleh seluruh pengurus Serikat Karyawan (Sekar) Perhutani , khsususnya oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP), antara lain: (l) Implementasi PKB yang tertuang dalam pasal 52 mengenai pesangon karyawan, sebesar 40 kali gaji pokok agar dibahas secara khusus, karena apabila tidak dilaksanakan hal itu merupakan pelanggaran terhadap Perjanjian Kerja Bersama (PKB). (2) Penyelesaian terhadap rekuitmen internal tahun 2007, (3) Percepatan peningkatan status PKWT ke PP, status dari PP ke Capeg untuk tahun 2008, (4) Dilaksanakannya kembali testing internal (apabila proses lanjutan testing internal 2007 telah dieksekusi) sesuai dengan kemampuan perusahaan, (4) Skema usulan kenaikan gaji pokok dan tunjangan. (HARRY)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: