METODE PENINGKATAN STATUS PEKERJA PELAKSANA MENJADI PEGAWAI PERUM PERHUTANI [SEBUAH HARAPAN]

Oleh : Gito Dfi (Karyawan KPH Banyumas Timur)

Latar belakang

Perum Perhutani sebagai sebuah institusi birokrasi maupun sebagai sebuah institusi bisnis, beberapa tahun terakhir ini banyak melakukan perubahan. Baik dalam model pengelolaan Hutan menjadi pengelolaan Hutan bersistem PHBM, sistem birokrasi dengan pemisahan KPH dan KBM, serta perubahan pengelolaan Sumber Daya Manusia.

Dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), tentu kita rasakan mulai tahun 2006, dengan adanya Rekruitmen Eksternal, Rekruitmen Internal, dan peningkatan status baik dari PKWT ke Pekerja Kontrak, pekerja Kontrak ke Pekerja Pelaksana (PH), Pekerja Pelaksana ke Calon Pegawai (tahun 2006).

Upaya untuk memperbaiki sistem peningkatan status juga terasa, dengan adanya 4 jenis tingkatan Karyawan pada tahun 2006 (Pegawai, Calon Pegawai, PH, PK, PKWT), kemudian pada tahun 2007 di sederhanakan yakni dengan adanya Pegawai, Pekerja Pelaksana, dan PKWT, dan tahun 2009 ini, hanya ada 2 jenis tingkatan karyawan yakni Pegawai dan Pekerja Pelaksana.

Demikian pula metode yang digunakan dalam Peningkatan Status. Tahun 2006, 2007, dan 2008, selalu terjadi perbedaan metode yang digunakan. Sekalipun pada intinya dititikberatkan pada Penilaian Kinerja.

Seperti kata pepatah, tiada gading yang tak retak, maka sedemikian bagus Metode Peningkatan Status yang ada, tentu tidak luput dari kekurangan. Oleh karena itu, tulisan sederhana ini semoga menjadi bahan masukan sebagai pelengkap bagi para pemikir, perancang dan atau perencana Metode Peningkatan Status yang akan datang.

Dari berbagai latar belakang di atas, perkenankan kami menyampaikan uneg-uneg, gagasan, bagaimana supaya metode Peningkatan Status kedepan dapat memberi harapan kepada semua Pekerja Pelaksana, dapat memberi motivasi kami agar lebih giat dalam bekerja, adanya suatu jaminan fair play, obyektifitas, dan terencana dengan matang.

BEBERAPA HARAPAN

A. Grand Strategi

Sebagaimana kita ketahui, komposisi Karyawan Perhutani saat ini, kurang lebih 12.000 orang Pegawai, dan kurang lebih 13.000 orang Pekerja Pelaksana.  Selama ini, Peningkatan Status PP ke Pegawai selalu berdasar pada kemampuan Perusahaan, dimana jumlahnya berkisar 1.300 (seribu tiga ratus) an orang tiap tahun.  Dengan logika sederhana, jika tiap tahun kuota Peningkatan Status berkisar 1.300 (seribu tiga ratus) orang, maka perlu waktu 10 tahun untuk menyelesaikan hal ini.

Adalah sebuah Harapan, Perum Perhutani yang kami cintai ini, akan membuat suatu rencana yang komperhensif, berapa tahunkah seluruh Pekerja Pelaksana akan ditingkatkan statusnya menjadi Pegawai?  Sebuah Harapan pula agar Strategi Pengelolaan nasib Pekerja Pelaksana ini disampaikan secara transparan.

B. Peningkatan Status dengan 2 (dua) jalur.

Mengingat demikian beragamnya Usia para Pekerja Pelaksana saat ini, terusik kami untuk menyampaikan suatu Harapan adanya 2 jalur Peningkatan Status.

1. Jalur Pengabdian.

Sebagian besar Pekerja Pelaksana telah berusia lebih dari 45 Tahun, bahkan kurang lebih 10% nya telah masuk usia 50 Up. Usia yang menggambarkan yang bersangkutan telah menurun Kualitas Kerjanya. Telah menurun semangat kerjanya, bahkan mungkin telah putus asa mengharapkan Peningkatan Status atas dirinya.  Secara kemanusiaan, sudah selayaknya mereka yang telah bekerja sekian lama, ada yang 20 tahun, bahkan ada yang 25 tahun, mendapat penghargaan dengan adanya Peningkatan Status tanpa perlu seleksi dalam bentuk apapun.

Seleksi melalui jalur ini dapat dilaksanakan menggunakan metode jaring.  Metode ini pernah dipakai oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk mengangkat ratusan ribu atau mungkin Jutaan Honorer pada era tahun 2005 sampai dengan 2009. Metode ini juga terbukti memenuhi rasa keadilan para Honorer yang waktu itu jumlahnya ratusan ribu, atau mungkin Jutaan. Hal ini dapat dilihat dari minimnya protes dari para Honorer. (Protes dan Demo banyak di dominasi oleh Honorer yang tidak resmi / gajinya tidak berasal dari APBN atau APBD).   Dan Pemerintah telah sukses mengangkat seluruh Honorer yang mengabdikan diri sebelum tahun 2005, dalam tenggang waktu 4 tahun (2005-2009).

Metode ini sangat sederhana.  Jaring Pertama adalah Usia. Siapapun yang usianya paling tua, ia layak duluan. Jika tanggal lahir sama, maka disaring oleh jaring kedua, yakni Jaring Masa Kerja. Jika Usia sama, Masa Kerja sama, maka baru disaring dengan jaring Ketiga, yakni hasil seleksi Tes Kematangan Mental (Psikotest).  Dengan tiga Jaring ini, cukuplah membuat Kabupaten-kabupaten seantero Indonesia yang menanggung Honorer Ribuan orang dapat mendapat giliran tanpa perlu usreg-usregan.

Adalah sebuah saran, permohonan dan harapan, Perhutani bersedia mengulurkan tangan, meningkatkan status Saudara kami Pekerja Pelaksana yang telah berusia 50 tahun Up dengan metode ini.   Andai hal ini terkabul, misalnya 50% dari Kuota Peningkatan Status tiap tahun dialokasikan untuk jalur ini, tentu ini dapat menjadi obat rasa putus asa bukan hanya rekan-rekan yang berusia 50 tahun Up tetapi kami yang masih muda tentu akan merasakan hal yang sama.

2. Jalur Kinerja.

Disamping jalur pengabdian, adalah suatu kewajaran, Perhutani memakai Standar Kinerja dalam meningkatkan Status Pekerja Pelaksana bagi mereka yang tidak lolos Jalur Pengabdian.

Melalui jalur kinerja ini, Manajemen perlu meminimalisir adanya Subyektifitas.  Selama ini, Peningkatan Status tahun 2007 dan 2008, disadari atau tidak, telah memberi peluang yang besar bagi Tim Seleksi, atau Tim Kepegawaian, atau para Pimpinan level bawah untuk memberi penilaian siapa yang layak untuk lolos seleksi. Hal ini tentu saja tidak terlalu berbeda dengan memberi peluang adanya Penilaian Subyektif atau Like or Dislike. Inilah yang perlu diminimalisir, misalnya Tes Wawancara.

Seorang rekan Mandor Tanam menceritakan, ketika dilakukan Tes Wawancara, dirinya tidak mampu menjawab pertanyaan dari seorang anggota Tim Seleksi : berapa kilogram kebutuhan biji Tanaman Sela jenis Kemlanding untuk tiap hektarnya. Padahal fakta dilapangan, hal tersebut adalah makanan harian baginya, dan beliau adalah Mandor Tanam yang berhasil mengasuh ratusan Hektar Tanaman dengan prosentase tinggi, dari sejak bekerja sampai sekarang.

Adalah harapan, Peningkatan Status yang akan datang, tidak lagi memakai Seleksi Wawancara sebagai salah satu Proses pengambilan skor.   Cukuplah dengan seleksi tertulis yang measurable (terukur), transparan, Obyektif, bebas dari Like or dislike, tidak rawan KKN, dan berkeadilan.   Mengenai kriteria siapa yang dianggap memiliki kinerja yang baik, bagaimana cara menilai, tentu saja Perhutani lebih mampu menentukan skor dan kriterianya.

Mengulang apa yang disebut di atas, adalah sebuah usul, agar Perhutani memakai 2 (dua) jalur, Pengabdian dan Kinerja dengan Kuota berimbang bagi masing-masing jalur, sebagai solusi Kemanusiaan, penghargaan akan pengabdian dan Kebutuhan Perusahaan akan Karyawan yang Kompeten.

C. Sistem yang lebih transparan.

Transparansi diharapkan dilakukan pada beberapa hal:

1. Kuota.

Selama ini Kuota diumumkan untuk masing-masing Kantor Unit, sedangkan untuk masing-masing Satuan Unit Kerja (KPH/KBM) Kuota diumumkan setelah Proses Seleksi.  Kedepan, diusulkan agar kuota sampai dengan masing-masing Satuan Unit Kerja (KPH/KBM) diumumkan sebelum proses seleksi berjalan.

2. Proses Seleksi.

Dalam seleksi, alangkah bagusnya jika hasil seleksi (misalnya memakai tes), secepat mungkin diumumkan. Bahkan bila memungkinkan, selesai tes hasil tes langsung dikoreksi saat itu, dan diumumkan. (Di KPH kami telah dirintis oleh Bp. Andi Riana /Adminitratur KKPH Byt dalam seleksi calon peserta PMK).

Demikian sedikit masukan dan uneg-uneg kami, mohon maaf sebelumnya dan semoga bermanfaat. Amin.

36 Komentar

  1. Herbudi said,

    29 Januari 2010 pada 1:00 am

    Semoga metode tes dan langsung di umumkan bisa di jalankan. Maju perhutani

  2. priyo utomo said,

    29 Januari 2010 pada 2:23 am

    pemikiran yang OK sekali ,SETUJU !

  3. kusyantoro said,

    25 Maret 2010 pada 3:36 am

    Bapak-bapak yang berada dijakarta, kami rasa berat peningkatan status yang setiap KPH/KBM hanya 3-4 Orang setiap tahun yang dari PP ke Calon Pegawai.terus berapa tahun lagi giliran saya……!

  4. Kuswardani said,

    8 April 2010 pada 12:51 pm

    Yach begitulah Perhutani, yang sulit mengatakan yang sebenarnya diperlukan perusahaan. Kenapa butuh tenaga kerja kok susah untuk mengangkatnya menjadi pegawai ? Apa ya mau seperti jaman belanda terus, yang selalu memeras keringat para tenaga kerja untuk mencapai keuntungan yang sebesar-besarnya ? Coba para direktur itu apa ndak tersentuh hatinya dengan kondisi seperti itu ? Atau memang sengaja hal tersebut berlalu ? Akan lebih bijak apabila perhutani mengangkat pegawai secara masal dan jangan menambah dari luar sebelum tuntas penyelesaian tenaga kerja yang ada. Insya Allah hutan akan terjaga dengan baik, karena para tenaganya terpelihara dengan baik. Mohon maaf apabila ada kata yang menyinggung para pembaca semua.

  5. Cecep budiman said,

    12 Juni 2010 pada 6:37 am

    Tolonglah bapak bapak agar memperhatikan para satgas yang telah membantu perhutani, tanpa gaji semoga test tersebut bebas KKN

  6. neneng said,

    21 Juni 2010 pada 7:09 am

    yg namanya Perhutani tiap test kagak mungkin kagak ada KKN bro…

  7. UNTUNG WIDODO said,

    22 Juni 2010 pada 2:25 am

    Alangkah baik dan mulianya apabila pengangkatan pegawai perhutani serempak secara berbarengan seperti kenaikan TB ke PP tahun kemarin.
    ” Kami percaya dan sangat percaya ‘ Perhutani mampu melakukan itu ”
    Bagaimana dengan yang sudah dijanjikan Perhutani tahun 2011 bahwa tahun tersebut sudah tidak ada PP tentunya jadi pegawai to ? kalau pengangkatan pegawai kuota yang ada sedikit sekali? terus apakah dengan ribuan karyawan yang lainnya. terimakasih

  8. postermj said,

    5 Agustus 2010 pada 3:22 am

    semua kenyataan adalah bertanggung jawab kepada yg atas,sgala sesuatu yg baik akan mendapatkan imbalan yg terbaik pula,trimksih Bpk bpk yg sudah berjuang membela kaum kecil.saya mohon juga hargailah jasa2 para karywan yg sudah ber bakti slma 15 thun keatas,,karna sbentar lg dia pensiun tdk akan dapat menikmati kebahagian jadi seorang pegawai,,ari luasnya mungkin pimpinan akan lebih mengerti itu,itulah hanya sbuah harapan saya untuk smua tmn2 yg senasip..

  9. chipling said,

    20 Agustus 2010 pada 6:08 am

    Perhutani kurang kosisten untuk peningkatan status karyawannya, sytem rekruasi di tingkat KPH tidak jelas tetapi tiap tahun nambah orang dengan status tekbor. Sedangkan rekruasi yang ada hanya di tingkat pusat (spesialis sarjana).Di Perhutani tidak butuh orang pinter saja (S1), tapi juga orang yang mau bener (pendidikan rendah).
    Gimana system kepegawaian perhutani ke depan, sudah lelah saya usulkan ke pihak managemen. cape deh !!

  10. Hendro Wahyu Rianto said,

    30 September 2010 pada 2:29 am

    Saya setuju dengan pola pemikiran tersebut. semoga Perum Perhutani yang kita cintai bisa lebih Maju.

  11. ipnu said,

    6 Oktober 2010 pada 4:44 am

    PP habis 2011 ???????? Mimpi kali ya, kalo habis 3011 gue gi percaya, lha wong pengangkatan tiap taon cuma 3-4 orang kapan abis nya bro …..? He he he.

  12. mariyono said,

    12 November 2010 pada 8:40 am

    Kalau saya mau usul prosesnya berdasarkan kinerja boleh-boleh saja tapi yang ngetes nantinya lebih baik dari Direksi saja …. dan harus ditekankan pada kompetensi Pekerja ybs.

  13. Ranger said,

    13 November 2010 pada 1:18 pm

    Tolong pasukannya jg diperhatikan, sdh diberi wewenang kepolisian khusus koq status masih pekerja pelaksana..

  14. harico said,

    23 November 2010 pada 4:00 pm

    Harusnya ada batasan masa kerja seorang karyawan untuk diangkat menjadi pegawai secara otomatis, misal masa kerja 15 atau 20 tahun tidak perlu mengikuti test, secara otomatis diangkat menjadi pegawai dengan demikian ada kepastian, tidak menggantung…………….

  15. Opank said,

    28 Desember 2010 pada 12:55 pm

    tolonk DIRUT PERHUTANI UANG GAJI dan UANG KERJA melalui ATM BANK agar tidak di potong biar hutan itu hijau dapat tecapai jangan mimpi hutan itu hijau jika korupsi di pelihara,jangan slalu mandor yang dipersalahkan,karna kita sudah merdeka bukan jaman belanda lagi.maju teruuuss para mandor jng menyerah lawan terus ketidakadilan tuhan YME milindungi kita semua amein ????????

  16. Opank said,

    1 Januari 2011 pada 8:47 am

    mana jangji jajaran BOD PERUM PERHUTANI UNTUK PERBAIKAN STATUS KEPEGAWAIAN status PP KE PEGAWAI masih 12000 orang masa hanya nunggu pegawai yg pensiun aja sa
    sampai kpn coy nunggu kiamat kaliiiiii??????

  17. nisfiyati said,

    26 Januari 2011 pada 8:32 pm

    berdoa aja yang serius TUHAN pasti tau apa yang kita rasakan

  18. yuswana said,

    20 Juni 2011 pada 2:20 pm

    perlu di ingat rekrutmen karyawan di perhutani sampai saat ini sudah meliliki beberapa angkatan. Angkatan yang terendah adalah angkatan 1996 dan yang tertinggi angkatan 1990 up, sebaiknya peningkatan setatus dapat di lakukan dengan cara : penilaian di lakukan antar angkatan setelah di lakukan uji kelayakan untuk di naikan setatusnya.

  19. igus said,

    13 Agustus 2011 pada 4:18 am

    Sabar aza pak mandor…!!!! yg penting kerja terus, spy mendapatkan hasil yg baik, klu hutannya hijau, yg di kementerian jg tdk akan tinggal diam,anggaran pasti lbh ngaliiiiiiir.

  20. SUKWANTO said,

    5 September 2011 pada 5:31 am

    ?????????????

  21. Harsono said,

    12 September 2011 pada 11:29 am

    Asallam’mualaikum Wr-Wb
    Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada rekan -rekan seperjuangan dimanapun anda berada.Setelah membaca dari uraian tersebut diatas pada dasar dan secara prinsip saya mendukung dari beberapa metode Peningkatan Status yang telah diuraikan diatas,alasannya akan sangat memenuhi rasa keadilan namun juga butuh suatu kearifan,utamanya kepada rekan-rekan PP yang sudah berusia diatas 50 thn mendapatkan skala prioritas pada peningkatan Status kuota tahun ini.

    Dan apresiasi yang kedua bagaimana didalam penilaian masalah kinerja juga kepada Ijasah ( yang dalam hal ini hanya setingkat SLTA untuk kategori penilaian tertinggi).Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada sejawat yang lain , janganlah kita lupa bahwa diantara sekian ribu PP masih banyak rekan-rekan yang berkategori S1 inipun paling tidak juga mendapatkan kriteria penilaian plus atau terkesan sementara ini tidak pernah diwacanakan( dipinggirkan kenapa plus?? ).

    Demikian sedikit sekedar beruneg-uneg ria menyampaikan kata hati yang ada mohon maaf kurang berkenannya Wasallam’mualaikum Wr-Wb.

  22. 3 Oktober 2011 pada 12:38 am

    yah begitulah perhutani, milik segelintir orang, tidak merasakan penderitaan orang yang belum diangkat pegawai!!!!!,

  23. pranoto said,

    11 Oktober 2011 pada 2:26 pm

    Menurut sy metode tes yg berulang – ulang bukanlah solusi terbaik….
    Yang terbaik adalah diangkat semua..

  24. Paidjo Herman said,

    11 Oktober 2011 pada 4:18 pm

    setuja sekali dengan mas Pranoto….. menanti selembar kertas Pegawai kok yo koyo ngene……

  25. 24 November 2011 pada 5:13 am

    BUMN-ku yang tercinta… dlm peningkatan status seyogyanya pertimbangan kemanusiaan mungkin yang harus diambil ketimbang pertimbangan keuangan Perusahaan…
    Percuma besar dimata umum kalau bobrok didalamnya….

  26. SETYO BUDI said,

    30 Maret 2012 pada 8:31 am

    BAGAI MANA CARA MASUK MENJADI KARYAWAN DI PERHUTANI? TOLONG KASIH TAHU CARANYA DONK BAPAK. KIRI KE FB SAYA . ARYO YATENO

  27. SETYO BUDI said,

    30 Maret 2012 pada 8:36 am

    MHON BPAK BAPAK SUDI MEMBERI TUNTUNAN PADA SAYA, SAYA SANGAT BERMINAT KERJA DI PERHUTANI. LULUSAN SMA USIA23 TAHUN. PERNAH BEKERJA DI PT PERKEBUNAN DAERAH BLITAR PUTRA. TLONG BPAK TUTUN SAYA. CONTACT HP. 085732537237. DOMISILI SEMEN GANDUSARI BLITAR JAWA TIMUR

  28. mujiyono said,

    13 April 2012 pada 2:38 pm

    Saya sangat-sangat setuju…..sekali klau perhutani menerapkan sistim masa kerja 20 th rata2karya.dipangkas pangkas habis diangkap pegawai.jadi biar ada kepastian hukum.Katanya BUMN mesinya harus peduli nasib kary. Kalau program tsb diatas harus segradilasanakan kapan habisnya 13 rb pp sampai kiyamat mungkin.

  29. syaiful anam (pekerja rekrutmen di bkph bajulmati/ kph banyuwangi utara) said,

    7 Mei 2012 pada 12:22 pm

    Asallam’mualaikum Wr-Wb
    Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada rekan -rekan seperjuangan dimanapun anda berada.Setelah membaca dari uraian tersebut diatas pada dasar dan secara prinsip saya mendukung dari beberapa metode Peningkatan Status yang telah diuraikan diatas,alasannya akan sangat memenuhi rasa keadilan namun juga butuh suatu kearifan,utamanya kepada rekan-rekan PP yang sudah berusia diatas 50 thn mendapatkan skala prioritas pada peningkatan Status kuota tahun ini. demikian dari pada itu kami juga mengharapkan perubahan status pekerja penborong ataupun rekrutmen yang masih banyak . bahkan dianatara rekan2 rekrutmen ada yang mengabdi sampai 10 th bahka 15 tahun mengabdi tapi masih belum ada penghargaan berupa perbaika status .. sedangkan tidak dapat dipungkuri kemajuan dan perkembangan perum perhutani tidak lepas dari jasa2 para rekrutmen dan pekerja lapangan .. kami mengaharap perum perhutani bisa bersikap bijak dan bisa bersikap obyektif …. terima kasih

    semoga bapak bisa memahami dan mengerti jeritan para penberi jasa \

    dan kami akhiri

    wassalamualaikum wr. wb

  30. 21 Juni 2012 pada 7:27 am

    seharusnya perhutani sudah bisa memberikan peluang terhadap Pekerja pelaksana dimana pada sisi lain banyaknya pegawai Perhutani yang pensiun gal ini kita sudah bisa merencanakan berapa yang pensiun dan berapa yang akan diangkat untuk menggantikan posisi yang pensiun, jangan hanya selalu dipekrjakan saja. Begitu pula di PSA Soppeng banyaknya tenaga Pekerja Pelaksana yang telah mengabdi 20 sampai 30 tahun yang notabene mereka limpahan dari Departemen Kehutanan hingga saat ini belum ada yang terangkat, untuk itu kiranya p[erhutani dapat lebih memikirkan peningkatan Status SDM

  31. Yookoo said,

    2 Juli 2012 pada 10:50 am

    Memang betul nasib teman2 PP PErlu dipikirkan..dan perlu adanya pengangkatan status yg serentak sesuai pengabdian dan kinerja nya..bukan manual seprti biasanya

  32. toni said,

    13 September 2012 pada 3:01 am

    betul itu saya sangat setuju karena dari sekian banyak pegawai yg baru muncul atau masih rendah kinerjanya di angkat pegawai terlebih dahulu alasannya katanya krn masalah umur terus bagaimana nasib pegawai yang kinerjanya lebih lama n posisinya dia jadi orang jujur tapi kejujuran udah tak terpakai lagi trus bagaimana nasibny apa mereka hnya makan kejujuran? malah yang jadi maling d tempatny sendiri malah di angkt jd pegawai di mana letak keadilannya?

  33. kamaludin said,

    11 Desember 2012 pada 8:33 am

    pengangkatan pegawai perhutani rata ratanya kalau punya uang untuk nyogok..itulah yang diutamakan

  34. WONG SETRES said,

    21 Februari 2013 pada 6:25 pm

    PENGANKATAN ATAU PENYOGOK,AN ATAU KEDUA-KEDUANYA YANG PENTING ””’

  35. Sakit Hati said,

    14 Agustus 2013 pada 12:55 am

    Bapak- bapak yang jadi pejabat Perum Perhutani ( KBM sar 2 Bojonegoro) , Sekar dan SP2P mbok yaoo dilihat peningkatan status tahun 2013 ini penuh dengan sogok menyogok yang punya uang yang menang, yang masa kerja 26 tahun dikalahkan sama yang punya masa kerja 16 Tahun, bapak bapak yang ada di jakarta, surabaya mohon dengarkan jeritan hati nurani ini.

  36. Sakit Hati said,

    14 Agustus 2013 pada 1:25 am

    cek kembali peningkatan status kbm Sar 2 bojonegoro kalau perlu batalkan oke


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: